Basri Yusuf Masuk Tim Sport Science Pokja Olimpiade, Apa Saja Tugasnya?

Basri Yusuf Masuk Tim Sport Science Pokja Olimpiade, Apa Saja Tugasnya?

Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah Basri Yusuf masuk dalam divisi sport science dalam Pokja Olimpiade PBSI-PB Djarum-

JAKARTA, HARIAN DISWAYPP PBSI membentuk task force atau kelompok kerja (pokja) untuk persiapan Olimpiade Paris 2024. Salah satu anggotanya adalah mantan pelatih Basri Yusuf, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah.

Dalam Pokja Olimpiade tersebut, Basri masuk dalam divisi sport science. Disela-sela perjalanannya dari Washington DC ke Singapura, Basri menyempatkan diri untuk berbicara soal tugas dan target dalam pokja tersebut.

Basri mengatakan ditunjuk sebagai salah satu anggota task force pada Desember lalu. Meeting pertama dilakukan pada 27 Desember 2023.

Selain Basri, dari PB Djarum juga mengirimkan Yoppy Rosimin dan Yuni Kartika sebagai anggota Pokja Olimpiade.

“Dalam pokja itu bidangnya banyak. Ada technical director, kepala pelatih, analis, pelatih fisik dan teknik, hingga medis yang termasuk fisioterapis, sport masseur, hingga psikolog. Saya memilih tugas yang belum ada wakilnya di bidang lain yaitu sport science. Saya mencari celah untuk melengkapi tim pendukung,” ungkap Basri.

Penunjukan Basri dalam bidang sport science memang sudah tepat. Basri merupakan penulis buku berjudul “Pembinaan Badminton Berbasis Sport Sciene”. Buku tersebut diluncurkan pada Oktober 2022.

BACA JUGA:Aneh, Nongol di YouTube, Ketum PBSI Agung Firman Sampurna Bilang Prestasi Bulu Tangkis Indonesia Tak Meredup

BACA JUGA:Jadwal Badminton 2024: Tersisa 12 Turnamen Dalam Kualifikasi Olimpiade Paris

Bertindak dalam bidang sport science, program Basri adalah maping kejuaraan atau memilih dan menganalisa kejuaraan yang akan diikuti pemain dalam Kualifikasi Olimpiade Paris 2024. Kualifikasi akan berakhir pada 28 April mendatang.

“Pengumpulan poin kan sampai 28 April. Nah, ini supaya efektif dan maksimal, saya melihat mapping turnamen dan analisa performa. Analisa performa ini soal penampilan, kelemahan, dan kebiasaan lawan juga,” jelasnya.

Menurut Basri, setidaknya ada 10 turnamen sebelum batas akhir kualifikasi. Dengan waktu yang sudah mepet ini, tantangannya juga makin besar. Pihaknya harus bisa memaksimalkan turnamen-turnamen tersisa agar bisa mencapai target yang diinginkan.

“Saya harus memberikan pertimbangan atau mapping sebelum ikut kejuaraan. Sejauh mana kebugaran atlet, siapa yang cedera, cederanya sampai berapa persen, lalu tes fisik mengenai kebugaran. Variabelnya banyak terkait mapping turnamen itu,” kata mantan pelatih Hariyanto Arbi tersebut.

Tugas terdekat adalah turnamen Malaysia Masters 2024. Turnamen level Super 1000 itu dijadwalkan pada 9-14 Januari mendatang di Kuala Lumpur. Malaysia Masters 2024 menjadi turnamen pembuka BWF World Tour tahun ini. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: