Survey BKT Kemenhub: Lonjakan Jumlah Pemudik Lebih dari Setengah Jumlah Penduduk Indonesia

Survey BKT Kemenhub: Lonjakan Jumlah Pemudik Lebih dari Setengah Jumlah Penduduk Indonesia

Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT), tercatat potensi jumlah pemudik mencapai angka 71,7 persen atau sebanyak 193,6 juta orang. Sedangkan sisanya yakni 28,3 persen berpotensi untuk tidak pergi mudik. -Julian Romadhon-Harian Disway

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memaparkan potensi lonjakan pemudik Lebaran 2024 yang diperkirakan melebihi 193 juta orang.

Data tersebut diambil BKT dari hasil survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran Tahun 2024 yang melibatkan 48.107 responden dengan persentase margin of error sekitar 0,46 persen.

Dalam penyelenggaraan survei, BKT bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Operator Seluler Telkomsel, serta para pakar dan akademisi bidang transportasi.

BACA JUGA: Menhub Sebut Tiga Titik Ini Paling Rawan Kemacetan Saat Mudik Lebaran

Berdasarkan survei BKT, tercatat potensi jumlah pemudik mencapai angka 71,7 persen atau sebanyak 193,6 juta orang. Sedangkan sisanya yakni 28,3 persen berpotensi untuk tidak pergi mudik.


Penumpang memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta. BKT Kemenhub memperkirakan jumlah lonjakan pemudik bisa sampai separuh penduduk Indonesia-Kemenhub-

Jika menilik hasil survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran yang diselenggarakan pada dua tahun sebelumnya, kenaikan angka pemudik Lebaran pada 2024 mengalami perubahan yang signifikan.  

Pada 2022, hasil survei menunjukkan potensi pemudik hanya mencapai 31,6 persen atau sejumlah 85,5 juta orang, sementara potensi tidak mudik mendominasi dengan persentase 68,4 persen.

BACA JUGA: Tema Angkutan Lebaran 2024: Mudik Ceria dan Penuh Makna

Selanjutnya pada 2023, hasil survei mencatat kenaikan potensi pemudik menjadi 45,8 persen atau sejumlah 123,8 juta orang, sedangkan potensi tidak mudik turun menjadi 54,2 persen.

Hasil survei yang diambil pada 2022 dan 2023 menunjukkan bahwa dominasi angka pergerakan nasional berada pada potensi tidak mudik. 

Sebaliknya, pada 2023 dominasi angka pergerakan berada pada potensi mudik dengan kenaikan sebesar 25,9 persen dari tahun sebelumnya. Hal tersebut membuat angka mudik pada 2024 melonjak hingga melebihi separuh dari populasi tanah air.

BACA JUGA: Honda Surabaya Center Gelar Salim di Tunjungan Plaza 3 untuk Siapkan Mobil Mudik

Dalam pengisian survei, BKT mengelompokkan terjadinya kenaikan angka mudik dipengaruhi oleh tiga alasan utama. Kategori pertama dengan persentase 52,0 persen yaitu mudik untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: kemenhub