3 April 2024: Mengenang 24 Tahun Kepergian Eri Irianto, Pemilik Abadi Jersey No. 19 Persebaya Surabaya

3 April 2024: Mengenang 24 Tahun Kepergian Eri Irianto, Pemilik Abadi Jersey No. 19 Persebaya Surabaya

Mural mengenang kepergian Eri Irianto yang meninggal terkena serangan jantung saat bertanding membela Persebaya [email protected]

SURABAYA, HARIAN DISWAY - 3 April 2000 menjadi hari yang memilukan bagi Persebaya dan para pendukungnya. Di hari itu terjadi tragedi meninggalnya Eri Irianto. Ia meninggal tragis  saat beraksi di lapangan. Diduga akibat serangan jantung.

Saat itu Persebaya Surabaya tampil menghadapi PSIM Yogyakarta, 3 April 2000 di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari.

Eri Irianto yang tampil sejak awal pertandingan harus digantikan oleh Nova Arianto di penghujung babak pertama.

Pemain yang baru saja menikah di usia 26 tahun tersebut mengeluh merasakan sakit kepala yang hebat setelah berbenturan dengan legiun asing PSIM Yogyakarta, Samson Noujine Kinga.

Eri sempat dirawat di bench pemain. Namun setelah itu Eri Irianto tak sadarkan diri. Ia harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. 

Beberapa jam setelah mendapatkan menjalani perawat insintif di RSUD Dr Soetomo, nyawa Eri Irianto tak tertolong. Ia menghembuskan nafas terakhirnya.

BACA JUGA:Doa Pele Sebelum Meninggal: Bermain Sepak Bola di Surga Bersama Maradona

Kabar meninggalnya Eri Irianto mengejutkan banyak pihak, pasalnya pemain kelahiran Sidoarjo, 12 Januari 1974 tersebut sedang berada di puncak karirnya.

Maklum, ketika itu Eri sering menjadi langganan Tim Nasional Indonesia, 1995-1997. Eri Irianto tercatat sepuluh kali tampil bersama Timnas Indonesia dengan statistik tiga gol.

Sebelum bersama Persebaya, Eri Irianto mengawali kariernya di Petrokimia Putra pada 1994-1995. Ia sempat bergabung dengan klub Malaysia, Kuala Lumpur FA dan akhirnya memperkuat Persebaya Surabaya.

Bersama Persebaya, Eri sempat membawa tim ini menjadi runner-up Liga Indonesia di tahun 1998/1999.

Eri Irianto dikenal sebagai gelandang enerjik. Tak kenal lelah bertarung di lini tengah.

Selain sebagai kreator serangan Persebaya, pemain bernomor punggung 19 tersebut memiliki ciri khas tendangan keras dari luar kotak penalti. Tak sedikit kiper yang dibuat takluk oleh tendangan geledeknya.

Sumber: