Retreat Hambalang, Pengamat Politik Sebut Prabowo Berorientasi Hasil

Retreat Hambalang, Pengamat Politik Sebut Prabowo Berorientasi Hasil

Presiden Prabowo Subianto memberikan evaluasi kepada program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan-Dok. Sekretariat Presiden-

HARIAN DISWAY – Mengawali tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto memperkuat kekompakan Kabinet Merah Putih melalui Taklimat yang digelar di Hambalang, Jawa Barat, pada 6 Januari 2026. Dalam pertemuan yang dihadiri Menteri, Wakil Menteri, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala Badan tersebut, kedaulatan pangan menjadi poin sentral dalam arahan Presiden.

Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, menilai pertemuan ini merupakan penegasan sikap politik bahwa Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada belas kasihan negara lain. Fokus utama arahan Presiden dalam 'Strategi Transformasi Bangsa' menekankan bahwa kemandirian mutlak diperlukan agar Indonesia tidak limbung diterjang konflik global. Target utamanya adalah swasembada pangan dan energi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi.

Momentum ini didukung oleh pencapaian sejarah per 31 Desember 2025, di mana Indonesia resmi mencatatkan swasembada beras dengan cadangan pemerintah menembus angka di atas 3 juta ton—stok tertinggi sepanjang sejarah republik. Menurut Agung, keberhasilan ini memberikan posisi tawar yang jauh lebih kuat bagi Indonesia di mata dunia.

BACA JUGA:Bahas Isu Penting Pemerintahan, Prabowo Undang Sejumlah Menteri di Hambalang.

BACA JUGA:Prabowo Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih di Hambalang Hari Ini


Direktur Trias Politika Strategis Agung Baskoro 

"Secara internal, Taklimat ini adalah kunci soliditas dan sinkronisasi kerja. Prabowo ingin memastikan tidak ada ego sektoral dalam mengeksekusi Strategi Transformasi Bangsa. Sementara secara eksternal, ini pesan lugas ke publik bahwa pemerintah tidak main-main dalam bekerja," ujar Agung Baskoro.

Lebih lanjut, Agung menyoroti gaya kepemimpinan Prabowo yang berorientasi pada hasil (result-oriented). Kedaulatan pangan dianggap bukan sekadar pemenuhan kebutuhan pokok, melainkan benteng kedaulatan di tengah dinamika internasional yang memanas.

"Di bawah komando Prabowo, kita melihat gaya kepemimpinan yang berorientasi pada hasil (result-oriented). Keberhasilan swasembada beras ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia mulai mandiri dan kuat. Ini bukan cuma soal perut, tapi soal kedaulatan di tengah konflik global," tambah Agung.

BACA JUGA:Program Prioritas Dibahas dalam Retreat Kabinet Merah Putih di Hambalang

BACA JUGA:Taklimat Prabowo pada Kader Gerindra di Hambalang: Gunakan Kekuasaan untuk Menyejahterakan Rakyat

Pemerintah meyakini stabilitas harga pangan domestik akan menjadi bantalan kuat untuk mengejar target Indonesia Emas 2045. Melalui retreat di Hambalang ini, Presiden menginstruksikan para menteri untuk terus tancap gas dan berani mengambil inisiatif demi transformasi bangsa.

"Dengan lumbung pangan yang penuh, Indonesia kini menatap dunia dengan kepala tegak," pungkas Agung.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: