IHO Jatim dan Layanan Kesehatan Masyarakat Kepulauan

IHO Jatim dan Layanan Kesehatan Masyarakat Kepulauan

ILUSTRASI IHO Jatim dan layanan kesehatan masyarakat kepulauan. IHO Jatim mengadakan buka bersama di RS Terapung Ksatria Airlangga.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Ukuran kapal pinisi yang dijadikan rumah sakit terapung tidaklah besar, yakni hanya 27 x 2,8 x 6,9 meter. Meski ukurannya tidak besar, kelebihan kapal itu memiliki daya jelajah yang lincah untuk dapat masuk ke berbagai wilayah kepulauan yang terpencil sekalipun. 

Fasilitas yang tersedia di RS Terapung Kastria Airlangga, antara lain, adalah (1) di kapal ada 2 kamar operasi dan 3 meja operasi, (2) ruang sterilisasi alat, (3) ruang administrasi, (4) ruang ganti baju, (5) gudang obat, (6) laboratorium sederhana, (7) ruang tim medis, (8) ruang pengemudi dan ABK, serta (9) dapur.

Sejak beroperasi sampai sekarang ini, ada banyak layanan yang sudah dilakukan tim Ksatria Airlangga. Tindakan operasi yang sudah dilakukan tim Ksatria Airlangga adalah 1.720 bedah hernia, struma, tonsilektomi, lippona, papilloma, dan lain-lain. 

Di luar itu, ada 1.787 operasi mata katarak dan pterigium yang telah dilakukan para dokter mata yang bertugas. Juga, telah dilakukan 93 operasi obstetric ginekologi. 

Selain melakukan berbagai operasi bedah, kegiatan layanan kesehatan yang sudah dilaksanakan selama enam tahun terakhir adalah tindakan poli spesialistik. Sebanyak 1.639 tindakan obstetric dan ginekologi, 1.962 pediatri, 378 kardiologi, 1.221 THT, 661 saraf, 575 kulit, 137 rehab medik, dan 320 penanganan IPD. Secara keseluruhan, 2.056 tenaga medis terlibat. 

Mulai dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat bedah, perawat anestesi, apoteker, ahli gizi, psikolog, dan lain-lain. 

 

LAYANAN KESEHATAN YANG MERATA

Berbeda dengan pusat layanan kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas yang dibangun di daratan dan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan harus berkunjung ke sana, Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga memiliki mobilitas yang lincah. 

Pembangunan dan operasional rumah sakit terapung itu memiliki misi menyelesaikan masalah kesehatan di daerah yang tidak terjangkau oleh pelayanan kesehatan konvensional.

Jangkauan wilayah kerja Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga saat ini memang baru sebatas wilayah Indonesia Timur. Di Indonesia secara keseluruhan ada 17 ribu pulau yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan. 

Sudah tentu, di luar Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga, masih dibutuhkan uluran tangan dan kerja para pengabdi masyarakat yang lain. IHO sendiri telah menggandeng Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga untuk mengabdikan diri melayani masyarakat yang membutuhkan. 

Berbagai misi kemanusiaan telah dilakukan. Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga telah ikut dalam kegiatan bakti sosial ke berbagai wilayah. Selama enam tahun masa pengabdiannya, berbagai misi layanan kesehatan dilakukan. 

Misalnya, ketika terjadi bencana gempa di NTB atau ketika masyarakat Madura membutuhkan bantuan vaksinasi Covid-19. Intinya, di mana ada masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan, kapal akan berangkat ke sana dan bersiap siaga untuk memberikan layanan yang terbaik.

Ratusan, bahkan ribuan, bantuan selama ini telah disalurkan kepada masyarakat melalui kapal rumah sakit tersebut. Setidaknya ada 160 persalinan cesar yang pernah ditangani RS kapal itu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: