Menuju Longevity Economy Global, Pakar Ilmuwan Nutrisi Dunia Digandeng untuk Bangun Platform Nutraceutical
Cellular longevity solution berbasis sains yang dikembangkan antara Dr. Eric Gumpricht yang membawa kepakaran riset antioksidan tingkat dunia dan Maquira yang menerjemahkannya menjadi formulasi nutrisi teruji tanpa kompromi. --Maquira
JAKARTA — Pengusaha dan investor Indonesia Mario Halim berkolaborasi dengan ilmuwan nutrisi global Dr. Eric Gumpricht, PhD, mendirikan Maquira, sebuah platform nutraceutical berbasis nutrisi seluler untuk mengincar pasar longevity economy global yang bernilai 8 triliun Dolar AS.
Langkah strategis itu diawali Mario dengan berani memilih Indonesia sebagai pasar peluncuran perdana sebelum secara bertahap ia akan melakukan ekspansi secara bertahap ke tingkat internasional. Keputusan memasuki sektor ini diambil Mario bukan tanpa alasan.
Pertimbangan pertamanya adalah dengan melihat pergeseran paradigma masyarakat modern yang kian memprioritaskan kesehatan preventif, olahraga, dan kualitas hidup jangka panjang (healthy life expectancy). Hal ini dipelajari Mario dengan mengamati apa yang telah dikembangkan Dr. Eric.
BACA JUGA: 7 Manfaat Daun Kelor bagi Tubuh, Superfood yang Kaya Nutrisi
“Menurutnya, hampir seluruh penyakit degeneratif bermula dari kerusakan sel akibat stres oksidatif dan radikal bebas. Nah, Maquira hadir untuk menjembatani kesenjangan antara tingginya minat masyarakat pada gaya hidup sehat dengan pemahaman nutrisi mikro presisi yang berbasis sains dan teruji secara klinis,” kata Mario.
Sinergi ini menggabungkan kepemimpinan bisnis Mario dengan rekam jejak akademis dan industri Dr. Eric yang sangat kuat. Inilah pertimbangan penting yang menguatkan Mario sehingga ia berani mengembangkan platform nutraceutical berbasis nutrisi seluler di Indonesia.
Dijelaskannya, Dr. Eric meraih gelar Ph.D. dari Pennsylvania State University berkat penelitiannya tentang enzim detoksifikasi penting yang terkait dengan membran, yaitu microsomal glutathione transferase, serta peran dan hubungannya dengan vitamin E dalam mencegah peroksidasi lipid membran.
BACA JUGA: Waspada Minuman Daftar Merah Nutrisi, Manis Belum Tentu Sehat!
Selanjutnya, ia memperoleh dana hibah untuk pelatihan pascadoktoral dari University of Colorado School of Medicine. Selama 10 tahun di sana, penelitiannya berfokus pada mekanisme kerusakan hati dalam model kolestasis, dengan menelaah aspek stres oksidatif, gangguan mitokondria, kematian sel, dan jalur pensinyalan.
Dr. Erci berpengalaman bekerja di perusahaan nutrigenetika dan perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan dan kebugaran. Ia dikenal karena menjalankan pendekatan diet gabungannya yang memadukan pembatasan kalori dan puasa intermiten (intermittent fasting) demi penurunan berat badan yang aman dan berkelanjutan.
Dr. Eric juga pernah memimpin program penelitian dan sains yang melibatkan kolaborasi berkelanjutan dengan para ilmuwan dari kalangan akademisi maupun sektor swasta. Bersama dengan para ahli internasional, Dr. Eric meneliti produk alami (seperti kurkumin dan fitokimia) yang berkaitan dengan kesehatan dan penyakit.
BACA JUGA: Perbandingan Nutrisi Putih dan Kuning Telur
Di sektor swasta, riset dan formulasi yang dikembangkan Dr. Eric telah mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari Rp141 triliun di berbagai pasar dunia. Atas berbagai pertimbangan itulah, Mario tak ragu lagi melakukan inovasi utama bersama Dr. Eric yang terwujud dalam portofolio produk nutrisi seluler yang berkualitas.
Yakni yang memanfaatkan keunggulan Maqui Berry dari Patagonia dan Sea Buckthorn dari dataran tinggi Himalaya. Formulasi tersebut diperkuat oleh dua teknologi proprietary terdepan, yakni ChileanX yang melipatgandakan potensi antioksidan hingga 10 kali lipat dibanding buah aslinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: