Lebih dari 1,7 Juta Kendaraan Keluar Jabodetabek Selama 10 Hari Jelang Idulfitri, Pemerintah Siapkan Strategi Arus Balik

Lebih dari 1,7 Juta Kendaraan Keluar Jabodetabek Selama 10 Hari Jelang Idulfitri, Pemerintah Siapkan Strategi Arus Balik

Suasana Gerbang Tol Kalikangkung pada H-1 jelang Idulfitri 1446 H-Jasa Marga-

HARIAN DISWAY -  PT Jasa Marga mencatat sebanyak 1.765.102 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-10 hingga H-1 libur Idulfitri 1446H/Lebaran 2025 yang jatuh pada periode Jumat hingga Minggu (21 hingga 30 Maret 2025).

Angka tersebut adalah kumulatif arus lalu lintas selama 10 hari jelang Idulfitri 1446 H yang tercatat di empat Gerbang Tol (GT) utama, yaitu GT Cikampek Utama (menuju arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung), GT Cikupa (menuju arah Merak), dan GT Ciawi (menuju arah Puncak).

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana menjelaskan bahwa total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 23,2% jika dibandingkan dengan lalin pada waktu-waktu normal yakni 1.432.379 kendaraan. 

Sementara dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu, yakni tahun 2024, angka kumulatif lalin naik tipis sekitar 0,4% dari lalin Lebaran 2024, yakni sebanyak 1.757.857 kendaraan di periode yang sama.

BACA JUGA:Tiket KA Arus Balik Lebaran 2025 Sudah Bisa Dipesan Hari Ini, Ini Jadwal Lengkapnya!

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ketiga arah, mayoritas masih didominasi kendaraan yang menuju ke arah timur menuju Jalan Tol Trans Jawa atau Bandung sebanyak 977.801 kendaraan atau 55,4% dari total seluruh lalu. 

Sementara sisanya, yakni 450.537 kendaraan (25,5% lalin) bergerak menuju arah Barat (Merak dan Lampung), kemudian 336.764 kendaraan (19,1%) menuju arah Selatan (Puncak dan Sukabumi).


Kepadatan arus mudik di Gerbang Tol Cikampek Utama pada puncak mudik (28 dan 29 Maret 2025). Jasa Marga mencatat lebih dari 1,6 juta kendaraan meninggalkan Jabodetabek pada periode H-10 hingga H-2 Lebaran 2025-Jasa Marga-

Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut:

BACA JUGA:Rekayasa One Way Diakhiri, Jasa Marga Catat 1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Arah Timur (Jawa Barat, Tengah, dan Bandung)

  • Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 652.870 kendaraan, meningkat sebesar 134,9% dari lalin normal.

  • Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 324.931 kendaraan, lebih rendah 1,3% dari lalin normal.

  • Total lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 977.801 kendaraan, meningkat sebesar 61,0% dari lalin normal.

Arah Barat (Merak dan Lampung)

Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 450.537 kendaraan, lebih rendah 5,9% dari lalin normal.

Arah Selatan (Puncak dan Sukabumi)

Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 336.764 kendaraan, lebih rendah 2,8% dari lalin normal.

Lisye juga menjelaskan pada H-1 libur Idulfitri 1446H/Lebaran 2025 atau pada Sabtu, 30 Maret 2025, lalu lintas meninggalkan Jabotabek di empat gerbang tol utama tercatat mencapai 126.459 kendaraan atau lebih rendah 0,7% dari lalin normal (127.360 kendaraan).


Rekayasa lalu lintas one way di Jalan Tol Trans Jawa resmi diakhiri pagi ini, masih ada 20 persen-an pemudik tersisa di Jakarta-Kemenhub-

"Jasa Marga mencatat arus lalu lintas menuju wilayah Timur khususnya arah Trans Jawa pada hari Minggu, 30 Maret 2025 masih cukup tinggi. Pada GT Cikampek Utama, total 47.642 kendaraan meninggalkan Jabotabek atau naik 90,8% dari lalu lintas normal (24.969 kendaraan)," ujar Lisye.

Lisye juga menambahkan, sejumlah ruas tol menuju daerah tujuan wisata juga harus diantisipasi oleh masyarakat. 

Antara lain wilayah Jabotabek yang menuju arah Bogor dan Puncak, kemudian di wilayah Jawa Tengah di GT Kalikangkung sebagai gerbang tol utama kendaraan masuk ke arah Semarang dan sekitarnya. 

BACA JUGA:Puncak Mudik Berlalu, One Way Ditutup Hari Ini, Masih ada 20 Persen Pemudik di Jabodetabek

Sementara di Jawa Timur, lalu lintas pada tercata di GT Warugunung sebagai gerbang tol utama kendaraan masuk ke arah Surabaya, di Ruas Pandaan-Malang dan Ruas Klaten-Prambanan yang juga menjadi favorit masyarakat daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sementara itu, Pemerintah kini tengah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi arus balik. Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo memprediksikan bahwa puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 5 hingga 7 April mendatang. 

 

Listyo menyebut, pemerintah tentunya akan melakukan berbagai strategi untuk bisa mengurai kepadatan. "Mulai dari diskon tarif tol, tiket pesawat, juga rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow," jelasnya.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: