Di Tangan Amorim, Manchester United Jadi Raja Bola Mati Liga Inggris
BREAKING! Ruben Amorim Dipecat Manchester United--Twitter centredevils @centredevils
HARIAN DISWAY - Manchester United memasuki era baru bersama Ruben Amorim. Bukan lewat permainan terbuka yang cemerlang, melainkan melalui senjata yang selama ini terabaikan: bola mati.
Dalam 14 pekan pertama Premier League, Setan Merah menjelma menjadi tim paling mematikan dari skema set piece, sebuah transformasi taktik yang membuka babak baru setelah era Erik ten Hag.
Kemenangan 1-2 United atas Crystal Palace di Selhurst Park akhir pekan lalu menjadi sorotan setelah Amorim mampu menghadirkan efisiensi lebih besar dalam skenario bola mati, sesuatu yang sebelumnya sulit dicapai di era Ten Hag.
Meski Liga Inggris baru berjalan 14 pekan, Setan Merah telah mencetak 10 gol melalui situasi bola mati: terbanyak di Premier League musim ini.
Seperti yang ditunjukkan Arsenal dalam beberapa tahun terakhir, bola mati merupakan senjata penting bagi tim mana pun, terutama bagi klub yang tidak selalu dominan dalam permainan terbuka, seperti halnya United.
Hingga pekan ke-14, United telah membukukan 22 gol, dan 45,4 persen di antaranya berasal dari bola mati, proporsi tertinggi dibandingkan tim mana pun di liga. Mereka juga sudah kebobolan 21 gol; Tanpa kontribusi 10 gol bola mati tersebut, United berpotensi berada di zona degradasi.
BACA JUGA:Crystal Palace vs Man United, Setan Merah Tidak Diunggulkan!
BACA JUGA:Man United Mulai Tunjukkan Perkembangan Positif Bersama Ruben Amorim
Para pendukung United tentu masih ingat betapa minimnya ancaman bola mati di era Ten Hag. Mereka memang mencetak gol sesekali, namun usahanya tidak sebanding dengan para rivalnya.
Pada musim 2022-23, United hanya mencatatkan enam gol dari bola mati, terendah di antara seluruh tim divisi teratas. Sebaliknya, seluruh tim di lima besar mampu mencetak setidaknya dua kali lipat lebih banyak.

Bryan Mbeumo, rekrutan baru United musim ini yang jadi andalan di lini serang--Twitter Fantasy Premier League @OfficialFPL
Perubahan paling mencolok di era Amorim terlihat dalam skema tendangan sudut. Jika pada era Ten Hag fokus diarahkan pada tiang dekat dengan tambahan pemain pelompat vertikal untuk menciptakan peluang, kini pendekatannya berbeda.
Di era Amorim, pemain United lebih sering berdiri di tiang jauh, kemudian berlari horizontal menuju zona berbahaya di tiang dekat.
Sebagian pendukung sempat mengkritik pola tendangan sudut ala Amorim, karena dianggap kurang orisinal atau sekadar meniru manajer lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: