Lini Depan Tumpul saat Melawan Lecce, Arigo Sacchi Nilai Juventus Butuh Striker Baru
Momen kiper US Lecce, Wladimiro Falcone, berhasil menepis tendangan penalti penyerang Juventus, Jonathan David. Minggu, 4 Januari 2026.--Instagram
Sacchi memberi pujian khusus kepada tim asuhan Eusebio Di Francesco. Mereka tampil disiplin, penuh pengorbanan, dan tak lepas dari sedikit keberuntungan.
Sebaliknya, Juventus justru gagal menunjukkan peningkatan kualitas yang diharapkan. “Juventus asuhan Spalletti tidak melakukan lompatan kualitas seperti yang banyak dinanti,” lanjutnya.
Padahal, dari sisi peluang, Juventus sebenarnya memiliki cukup banyak kesempatan untuk mengunci kemenangan.
BACA JUGA:Juventus Fokus Perkuat Lini Tengah Pada Bursa Transfer Januari, Frattesi dan Tonali Masuk Radar
BACA JUGA:Juventus Pasang Harga untuk Fabio Miretti, Lazar Samardzic Jadi Opsi Pengganti
Salah satu momen krusial adalah hadiah penalti yang didapatkan di babak kedua. Sayangnya, eksekusi Jonathan David justru menjadi sorotan negatif.
Sacchi secara terang-terangan mengkritik penalti tersebut. Ia menyebutnya sebagai sesuatu yang sulit dipahami.
“Ada penalti yang disia-siakan David dengan tendangan yang sungguh tak masuk akal. Saya bertanya-tanya bagaimana mungkin seorang penyerang tengah yang belum mencetak gol sejak laga pembuka musim bisa menendang seperti itu,” ujar Sacchi.

Juventus vs Lecce 1-1: Tren kemenangan Bianconeri terhenti. Foto: Jonathan David bereaksi setelah gagal mengeksekusi penalti di Stadion Allianz, 4 Januari 2026.-Marco Bertorello-AFP
Ia menilai cara David mengeksekusi penalti, sebuah chip yang tidak sempurna, menunjukkan kurangnya ketajaman dan kepercayaan diri.
BACA JUGA:Dikaitkan Kembali ke Juventus, Federico Chiesa Pilih Bertahan di Liverpool
BACA JUGA:Juventus Batalkan Kepindahan Mattia Perin ke Genoa
Kritik Sacchi tak berhenti di situ. Ia menegaskan bahwa masalah Juventus di lini depan bukan hanya soal satu penalti yang gagal.
Menurutnya, kelembekan sektor serang Juventus sudah terlihat jelas sepanjang pertandingan. Selain David, Lois Openda juga gagal memanfaatkan peluang emas di menit-menit akhir. Kala itu, ia menyia-nyiakan kesempatan mencetak gol ke gawang yang nyaris kosong.
“David gagal penalti, Openda gagal mencetak gol yang seharusnya mudah. Itu membuat saya berpikir bahwa mereka bukanlah komponen ofensif ideal untuk gaya bermain yang diinginkan Spalletti,” tulis Sacchi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: football italia