Unitomo Gelar Syncroma Fest, Sinkronkan Musik dan Kopi
Dosen Fikom Unitomo CItra Rani Angga Riswari beserta jajarannya dengan DIrektur PT Sulotco Jaya Abadi Samuel Karundeng.-Sindhy Nurhaliza-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Universitas Dr. Soetomo Surabaya menggelar Syncroma Fest 2026 pada Jumat, 9 Januari 2026 di Marvel City Mall, Surabaya.
Mengusung tema "Musik dan Kopi", acara itu merupakan wadah bagi para kreator, penikmat kopi, dan musik untuk saling terhubung.
“Festival tahunan ini berfokus pada sinkronisasi berbagai elemen kreatif. Mulai dari musik, seni visual, hingga komunitas hobi. Tujuannya menjadi jembatan bagi pertumbuhan industri kreatif Jawa Timur, khususnya Surabaya,” ungkap Anjas Bagus Setiawan, Ketua Panitia Syncroma Fest.
Acara itu diinisiasi oleh mahasiswa semester 5 Fakultas Ilmu Komunikasi sebagai project mata kuliah Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE).
Citra Rani Angga Riswari, Dosen Pengampu mata kuliah MICE menjelaskan bahwa acara tersebut terinspirasi dari tren saat ini. Bahwa anak muda banyak yang menyukai kopi dan musik.
“Ngopi sambil menikmati musik sedang jadi tren. Maka, kami memfasilitasi lewat acara Syncroma Fest agar semakin sinkron,” ungkap dosen yang biasa dipanggil Miss Citra itu.
BACA JUGA:Politeknik Ubaya Gelar Workshop Beauty dan Beragam Kuliner Jawa Timur, Usung Tema Colour of The Soul
BACA JUGA:Peduli Bencana Sumatera, Ubaya Galang Dana lewat Symphony of Indonesia

Beberapa peserta mengikuti kompetisi Manual Brew yang berlangsung sebagai rangkaian acara Syncroma Fest di Marvel City Mall.-Sindhy Nurhaliza-Harian Disway
Acara dibuka dengan kompetisi Manual Brew yang diikuti oleh 27 peserta dari berbagai daerah. Unitomo turut serta mengembangkan industri kopi.
Kompetisi itu bertujuan untuk mengukur keterampilan para peracik kopi dan inovasi mereka terkait teknik penyeduhan kopi lokal.
“Acaranya menarik. Saya mengikuti kompetisi Manual Brew untuk mengukur sejauh mana kemampuan saya dalam meracik kopi. Juga apa yang harus saya evaluasi. Acara ini juga bermanfaat sebagai wadah silaturahmi para barista,” ujar Mohammad Rizal, salah seorang peserta kompetisi Manual Brew.
Acara dilanjutkan dengan penampilan 10 band lokal Surabaya. Lima di antaranya: Skolheim, Taxman, Blasss, The Marsoedi, dan Dandelions.
BACA JUGA:Sambut Sukacita Natal, Royal Plaza Gelar Christmas Charity
BACA JUGA:Peringati Hari Disabilitas Internasional dan Sambut Hari Ibu, AAI Gelar Kasih Ibu Pelita Hidupku
Ada pula seminar Local Beans. Sebagai ruang diskusi tentang potensi biji kopi lokal indonesia dari hulu ke hilir. Seminar itu menghadirkan Samuel Karundeng, Direktur PT Sulotco Jaya Abadi 2029. Ia membahas kualitas, keberlanjutan, dan identitas kopi daerah.
Peserta dan pengunjung diajak mengenal kopi lokal. Sekaligus peluang pengembangannya di pasar nasional. Seminar itu bertujuan mendorong, mengapresiasi, dan mendukung petani kopi lokal.

Samuel Karundeng selaku Direktur PT Sulotco Jaya Abadi memberikan seminar dengan tema Local Beans.-Sindhy Nurhaliza-Harian Disway
“Saya harap anak muda masa kini bisa lebih memahami seluk-beluk kopi lokal. Juga keberadaan para petani kopi. Semoga ke depan ada yang bisa menggantikan kami sebagai kader. Demi menjaga eksistensi dan keberlanjutan kopi lokal dan para petaninya,” ujar Samuel.
Terdapat 10 booth UMKM di Syncroma Fest. Masing-masing menyajikan produk kopi maupun makanan. Bazar UMKM itu sebagai bentuk pelengkap antara kopi dan musik. Seperti tema besar acara itu. (*)
*) Peserta magang dari Kemenaker RI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: