Di Balik Layar Formula 1, Tugas Pembalap Cadangan Ini Lebih Sibuk dari yang Dikira

Di Balik Layar Formula 1, Tugas Pembalap Cadangan Ini Lebih Sibuk dari yang Dikira

Stoffel Vandoorne, sosok di balik layar Formula 1 yang tetap siap setiap saat, menggabungkan pengalaman, ketenangan, dan ketajaman teknis.-StoffelVandoorne-x

HARIAN DISWAY- Stoffel Vandoorne menegaskan bahwa peran pembalap cadangan di Formula 1 sangat vital. Menurutnya, posisi tersebut menuntut keterlibatan teknis dan kesiapan penuh sepanjang musim.

Sebagai reserve driveer Aston Martin, Vandoorne aktif berdiskusi dengan pembalap utama terkait rasa berkendara dan pilihan set-up mobil, Ia selalu berusaha memberikan masukan jujur berdasarkan pengalaman langsung di lintasan.

Vandoorne menilai sudut pandang pembalap sangat penting untuk melengkapi analsis data teknis.

Ia menyebut insinyur cenderung mengandalkan angka di layar, sementara pembalap merasakan langsung perilaku mobil.

Agar mampu memberi masukan yang akurat, Vandoorne mengikuti setiap sesi balapan secara detail, ia memastikan memahami seluruh dinamika yang terjadi di lintasan meski tidak turun balap.

BACA JUGA:Aston Martin Hidupkan Mesin Honda di AMR26, Langkah Awal Menuju F1 2026

BACA JUGA:Era Baru Williams Racing Dimulai, Luke Browning Resmi Jadi Pembalap Cadangan

"Ini agak aneh, Karena anda jelas tidak banyak mengemudi. Anda melakukan banyak pekerjaan, banyak pekerjaan di simulator, persiapan, anda bepergian ke banyak balapan dan hadir di balapan, tetapi tidak bisa melakukan bagian yang menyenangkan, katakanlah," ujar Vandoorne.


Stoffel Vandoorne, fokus di pit lane mengawal strategi dan detail teknis dengan ketenangan seorang pembalap berpengalaman.-Aston Martin F1 Team-x

Pengalamannya sebagai pembalap cadangan dimulai saat membela MCLaren pada 2016. Saat itu, ia langsung turun balap di Bahrain menggantikan Fernandi Alonso dan berhasil meraih poin pada debut Formula 1-nya.

Meski memiliki pengalaman balap, menghadiri Grand Pix tanpa turun ke lintasan bukan tugas mudah. Vandoorne menekankan pentingnya memiliki pola pikir yang tepat dalam menjalani peran tersebut. 

Ia mengaku telat menjalani peran cadangan di berbagai fase karirnya. Kini, fokusnya bukan lagi mengejar kursi pembalap utama, melainkan memberi kontribusi maksimal bagi tim.

Vandoorne menegaskan dirinya tidak pernah beharap akan turun balapan. Jika kesempatan datang, ia menganggapnya sebagai bonus, bukan target utama.

Meski begitu, kesiapan tetap menjadi prioritas utama, Vandoorne selalu membawa helm balap ke setiap Grand Pix. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: