Era Baru Haas F1 Dimulai, Simulator di Banbury Jadi Kunci Ambisi 2026

Era Baru Haas F1 Dimulai, Simulator di Banbury Jadi Kunci Ambisi 2026

Ayao Komatsu, kepala tim Haas F1, disela-sela kesibukannya di seputar paddock F1 musim 2025--Twitter This Is Formula 1 @ThisIsFormula1

HARIAN DISWAY - Haas F1 bersiap menembus batas sebagai tim underdog Formula 1. Peluncuran simulator internal pertama mereka pada tahun 2026 bukan sekadar peningkatan fasilitas, melainkan sinyal ambisi besar untuk mengguncang hierarki lama di grid F1.

Ada kabar yang menggembirakan dari markas tim Haas F1 di Banbury, Inggris, yang berpotensi mengguncang fondasi Formula 1.

Kepala tim Haas F1, Ayao Komatsu, mengungkapkan bahwa tim yang ia pimpin berada di ambang revolusi teknologi.

Haas dipastikan akan meluncurkan simulator internal pertama mereka sendiri, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan musim 2026.

Perkembangan teknologi inovatif ini menjanjikan keadilan yang lebih besar bagi tim yang tidak diunggulkan, yang selama ini harus beroperasi dengan sumber daya terbatas dibandingkan para rival papan atas di grid.

Sejak mengambil alih kepemimpinan tim pada tahun 2024, Ayao Komatsu telah memainkan peran krusial dalam mengubah Haas F1 menjadi kekuatan yang lebih kompetitif.

BACA JUGA:Haas F1 Ungkap VF-25, Desain Baru, Performa Lebih Baik?

BACA JUGA:Haas F1 Tunjuk Laura Mueller Jadi Race Engineer Perempuan Pertama di Formula 1

Kehadiran simulator canggih yang telah lama dinantikan ini kini tengah dibangun di markas Banbury, dan diharapkan bisa mulai beroperasi pada Mei atau Juni mendatang, tepat waktu untuk meningkatkan persiapan musim berikutnya.

“Simulator di Banbury akan beroperasi sekitar bulan Mei atau Juni. Kami sedang melakukan uji coba integrasi model bersama mitra kami di Toyota, yang juga tengah mengembangkan simulator di Epsom,” ujar Komatsu dengan antusias.


Pembalap dan seluruh anggota tim Haas F1, berswafoto menutup musim balap Formula 1 2025--Twitter THE Haas F1 Team @HaasF1Team

Pentingnya simulator ini sulit untuk dilebih-lebihkan. Hingga kini, Haas F1 masih bergantung pada simulator milik Ferrari yang berlokasi di Maranello, Italia, sebuah tantangan logistik besar bagi tim yang basis teknik utamanya berada di Inggris.

“Mengakses simulator Ferrari memiliki tantangan tersendiri. Dengan sebagian besar tim teknik kami berbasis di Inggris, ketersediaan yang terbatas membuat alurnya menjadi lebih rumit,” jelas Komatsu.

Simulator ini akan memberdayakan para insinyur Haas F1 untuk mengumpulkan data krusial, yang kemudian dapat digunakan untuk menguji dan mengembangkan mobil baru dalam simulasi kondisi nyata, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kinerja di lintasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: