Isu Kelangkaan BBM Akibat Konflik Timur Tengah Bikin Resah, SPBU di Aceh Diserbu Warga

Isu Kelangkaan BBM Akibat Konflik Timur Tengah Bikin Resah, SPBU di Aceh Diserbu Warga

Resah akibat isu stok BBM, warga terpantau berbondong-bondong antre di SPBU hingga malam hari sambil membawa jerigen demi mengamankan pasokan pribadi di tengah ketidakpastian.--Instagram

HARIAN DISWAY - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran terkait potensi kelangkaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, terutama setelah Iran menutup jalur strategis selat Hormuz. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa cadangan BBM nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 20 hari kedepan. 

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam rapat mengenai geopolitik terkini di Istana Negara Jakarta, pada Senin, 2 Maret 2026.

Hal tersebut memicu keresahan publik di berbagai wilayah,  hal ini terlihat dalam salah satu postingan di media sosial Instagram @pantaucom, yang diantaranya terjadi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. 

BACA JUGA: Mudik & Idulfitri 2026, Pertamina Patra Niaga Siapkan 4 Pilar Layanan 

BACA JUGA: Stok BBM RI Cuma 20 Hari, Bahlil: Memang Daya Tampungnya Gak Ada 

Kondisi ini ditandai dengan antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang terpantau memenuhi sejumlah SPBU hingga Rabu, 4 Maret 2026 malam. 

Bahkan, terlihat banyak warga yang turut membawa jerigen untuk mengisi BBM sebagai upaya mengamankan stok pribadi mereka. 

Masyarakat terpantau berbondong-bondong mengisi bahan bakar sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi. 

Bahlil Luruskan Isu Stok BBM 20 Hari: Itu Kapasitas Tangki Bukan Kondisi Darurat. 

Merespon keresahan masyarakat, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meluruskan terkait kemampuan stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari akibat konflik Timur Tengah. 

BACA JUGA: 2 Kapal Terjebak di Selat Hormuz, Ini Siasat Pertamina Penuhi BBM RI 

BACA JUGA: Harga Minyak Dunia Mulai Naik, Bahlil Buka Suara Soal Harga BBM RI 


Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tegaskan stok BBM 20 hari adalah kapasitas maksimal tangki penyimpanan, bukan kondisi darurat. Pemerintah kini percepat pembangunan fasilitas cadangan tiga bulan.--Instagram

Menjelang rapat terbatas di Istana Kepresidenan pada Rabu, 4 Maret, Bahlil menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah kondisi darurat, melainkan batas maksimal kapasitas daya tampung (storage) yang dimiliki Indonesia saat ini. 

“Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” katanya.

Menurutnya, keterbatasan ini bukan pada pasokan energi, tetapi pada infrastruktur tangki penyimpanan. “Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” tambahnya. 

Untuk memperkuat ketahanan energi, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto tengah mempercepat pembangunan fasilitas storage baru. Pemerintah menargetkan kapasitas cadangan energi nasional ke depan dapat mencukupi kebutuhan hingga tiga bulan.

BACA JUGA: Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Ungkap Kondisi Terkini Stok BBM RI 

BACA JUGA: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Gak Naik Sampai Lebaran! 

“Arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya berapa lama? Insyaallah rencana sampai dengan 3 bulan,” kaya Bahlil.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Trunojoyo Madura. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: antara