Motif Pembunuhan Pensiunan JICT Diungkap Polisi: Kepergok, Kaget, Bunuh

Motif Pembunuhan Pensiunan JICT Diungkap Polisi: Kepergok, Kaget, Bunuh

ILUSTRASI Motif Pembunuhan Pensiunan JICT Diungkap Polisi: Kepergok, Kaget, Bunuh.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Ditunggu masyarakat, akhirnya polisi mengumumkan motif pembunuhan Ermanto Usman, 65. ”Motifnya murni ekonomi, tidak ada konspirasi,” kata polisi, Rabu, 11 Maret 2026. Warganet semula berharap sebaliknya, warganet kecewa.

SEPERTI peristiwa kehidupan yang kadang tak sesuai keinginan kita, kasus ini pun serupa. Aneka indikator diulas masyarakat. Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka meyakini pelakunya pembungkam Ermanto yang mengungkap kasus dugaan korupsi Pelindo II senilai Rp4,08 triliun. Ternyata zonk.

Dugaan itu dikatakan Ermanto, pensiunan JICT (anak perusahaan Pelindo), dalam podcast, 15 Desember 2025. Soal dugaan penyimpangan kontrak JICT dengan Hutchison Port Holding (HPH) Hongkong yang diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan 2018. Negara dirugikan USD360 juta (sekitar Rp4,08 triliun).

Hasil pemeriksaan polisi terhadap tersangka Sudirman alias Yuda, 28, ternyata itu murni perampokan. Tak terkait lain-lain.

BACA JUGA:Pembunuhan Pasutri di Rumah Bagus di Bekasi: Polisi Lakukan Pulbaket

BACA JUGA:Misteri Tewasnya Pensiunan JICT di Bekasi: Dua Indikator Penting

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu, 11 Maret 2026, mengatakan, itu murni pencurian. ”Motifnya ekonomi. Tidak ada konspirasi,” ujarnya.

Penyebab Sudirman membunuh Ermanto juga sepele, kebetulan, kepergok, pelaku kaget, lalu membunuh.

Diceritakan, Sudirman masuk rumah Ermanto di Perumahan Prima Lingkar Asri, Pondok Gede, Bekasi, Senin dini hari, 2 Maret 2026. Itu kompleks perumahan kluster, dengan akses gerbang perumahan dijaga satpam. 

Sudirman sendirian. Ia berbekal linggis sepanjang 60 sentimeter dan gunting kawat. Ia tidak masuk melalui gerbang kompleks, tetapi meloncati tembok pembatas yang kebetulan banyak kotak kayu bekas di sekitarnya. 

BACA JUGA:Tersangka Pembunuh Pensiunan JICT Ditangkap Polisi: Polisi Didesak Warganet

Kombes Iman: ”Berdasarkan pengakuan tersangka, ia memilih rumah korban secara acak. Rumah korban jadi target karena ia nilai rumah itu paling bagus.”

Sudirman naik ke pagar tembok rumah, lalu turun berpegangan pada pagar besi. Tidak meloncat yang bisa menimbulkan suara benda jatuh. Lantas, ia memilih akses masuk paling memungkinkan. Ada pintu utama dan tiga jendela. Ia pilih jendela kaca di garasi.

Di garasi ada dua mobil parkir berjajar. Honda CRV Prestige hitam dan mobil listrik Wuling Binguo EV krem. Sudirman tidak mengincar mobil. Namun, keberadaan dua mobil itu menutupi gerakannya mencongkel jendela dari pandangan publik di luar rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: