Tersangka Pembunuh Pensiunan JICT Ditangkap Polisi: Polisi Didesak Warganet
ILUSTRASI Tersangka Pembunuh Pensiunan JICT Ditangkap Polisi: Polisi Didesak Warganet.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Tak biasanya, motif pembunuhan pensiunan JICT Ermanto Usman, 65, belum diungkap polisi meski pelaku Sudirman, 30, ditangkap Senin, 9 Maret 2026. Polisi hati-hati. Polisi semula menduga perampokan, tapi tak ada barang berharga yang hilang.
KASUS ini menyeret perhatian publik. Komisi III DPR RI menyatakan, polisi harus mengusut tuntas. Juga, anggota Komisi XIII DPR Rieke Diah Pitaloka minta polisi menjaga Pasmilawati, istri Ermanto, yang masih kritis di RS Primaya, Bekasi.
Foto tersangka Sudirman alias Yuda dipublikasi media massa. Wajah pemuda yang agak tonggos berpose melirik ke kiri itu terpampang di foto utama hampir semua media massa online. Fotonya close-up di wajah. Sampai cacat bekas luka kecil di bawah mata kiri tampak jelas.
Namun, tak ada perincian, siapa ia, apa pekerjaannya, di mana rumahnya, bagaimana caranya ia masuk rumah Ermanto, dengan siapa, mengapa ia membunuh, mengapa tidak mencuri barang berharga. Semua belum diungkap polisi sampai Selasa malam, 10 Maret 2026.
BACA JUGA:Misteri Tewasnya Pensiunan JICT di Bekasi: Dua Indikator Penting
BACA JUGA:Pembunuhan Pasutri di Rumah Bagus di Bekasi: Polisi Lakukan Pulbaket
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, kepada wartawan, Selasa, 10 Maret 2026, mengatakan, hasil interogasi awal, pelaku memukul korban dengan linggis. Lalu, linggis dibuang di depan rumah korban. Untuk motif, masih didalami.
Sudah, itu saja pengumuman polisi. Tentu polisi sangat hati-hati. Tidak terburu waktu mengumumkan motif. Sebab, di benak masyarakat sudah tertanam keyakinan bahwa itu bukan perampokan dengan pembunuhan. Itu murni pembunuhan.
Apalagi, seorang mantan polisi penyelidik kriminal menganalisis cara pelaku masuk rumah Ermanto. Ia ikut mengamati TKP dan diwawancarai wartawan.
Mantan polisi: ”Tidak ada sedikit pun kerusakan pada pintu dan jendela, sebagai jalan masuk pelaku. Pelaku cuma mencongkel di satu titik jendela yang memang tepat. Di titik itulah kelemahan jendela ini. Dan, pelaku tahu hal itu.”
Ia menyimpulkan, pelaku sudah ”menggambar” kondisi rumah jauh sebelum ia masuk. Bisa berhari-hari atau berbulan-bulan sebelumnya, pelaku mengamati kondisi rumah itu.
Terutama, sasaran pelaku cuma satu, ia masuk ke kamar Ermanto dan istri. Tidak ke yang lain-lain. Tidak ada jejak pelaku di dalam rumah tersebut kecuali di kamar Ermanto. Berarti, pelaku paham ruang tidur Ermanto.
Sebaliknya, seumpama itu perampokan, pelaku pasti menjelajah ke ruang-ruang lainnya. Termasuk ke lantai dua. Di sana ada kamar anak bungsu Ermanto, Dinda Nada Alifah. Ini tidak.
Pelaku cuma masuk kamar Ermanto. Kemudian, menghajar kepala Ermanto dan Pasmilawati dengan linggis (pengakuan tersangka ke polisi). Setelahnya, ia keluar dan membuang linggis di seberang rumah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: