AS Klaim Berhasil Selamatkan Pilot Kedua F-15E yang Ditembak Jatuh Iran
Pesawat F-15E Strike Eagle, tipe sejenis ditembak dalam sebuah operasi udara di bagian selatan Iran pada Jumat, 3 Februari lalu, AS mengkalim telah berhasil menyelamatkan kedua pilot-US Centcom-
HARIAN DISWAY — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada hari Minggu, 5 April 2026, bahwa awak kedua dari jet tempur F-15E yang jatuh di wilayah Iran telah berhasil diselamatkan dalam kondisi "aman dan sehat" setelah melalui operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang dramatis.
Melalui platform Truth Social, Trump memuji keberhasilan militer AS dalam menjalankan misi yang ia sebut sebagai "salah satu operasi penyelamatan paling berani dalam sejarah Amerika Serikat".
"KAMI MENDAPATKANNYA! Rakyat Amerika, selama beberapa jam terakhir, Militer Amerika Serikat berhasil melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam Sejarah AS, untuk salah satu Perwira Anggota Awak luar biasa kami, yang juga merupakan seorang Kolonel yang sangat dihormati. Saya sangat senang memberi tahu Anda bahwa dia sekarang AMAN dan SEHAT!" tulis Trump.
Trump menggambarkan bagaimana pilot tersebut berada dalam kondisi terjepit, "berada di belakang garis musuh di pegunungan Iran yang berbahaya," dan menjadi target perburuan intensif oleh pasukan musuh yang posisinya semakin mendekat setiap jam. Meski dalam situasi genting, perwira tersebut tidak dibiarkan berjuang sendiri, dengan pengawasan ketat dan perencanaan penyelamatan yang dilakukan terus-menerus oleh para petinggi militer AS di Washington.
BACA JUGA:Iran Tembak Jatuh Pesawat Tempur AS, Nasib Pilot Masih Belum Diketahui
"Kami tidak akan meninggalkan seorang pun prajurit Amerika sendirian," tegas Trump.
Sebelumnya, Teheran mengklaim telah menembak jatuh pesawat tempur F-15 tersebut pada hari Jumat. Media AS melaporkan bahwa pasukan khusus telah menyelamatkan salah satu dari dua awak pesawat tak lama setelah kejadian, namun satu awak lainnya—yang kini telah diselamatkan—sempat dinyatakan hilang.
Selain F-15E, militer Iran juga menyatakan telah menjatuhkan pesawat serang darat A-10 milik AS di kawasan Teluk. Media AS melaporkan bahwa pilot pesawat A-10 tersebut juga telah berhasil diselamatkan sebelumnya. Hingga saat ini, Washington belum secara terbuka mengakui jatuhnya kedua pesawat tersebut secara resmi dan tidak memberikan rincian terbaru mengenai upaya pencarian sampai pengumuman Trump hari ini.
BACA JUGA:Trump Keluarkan Ancaman Lagi, Buka Selat Hormuz atau Hadapi 'Neraka'
Proses pencarian ini sempat berlangsung sangat tegang. Pada hari Sabtu, kantor berita Mehr mengutip pernyataan Fattah Mohammadi, Wakil Gubernur Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, yang menyebutkan bahwa pencarian dilakukan oleh "kekuatan rakyat dan suku-suku bersama pasukan militer." Mohammadi bahkan mengklaim bahwa warga setempat sempat melepaskan tembakan ke arah helikopter AS menggunakan senapan untuk mencegah mereka mendarat.
Gambar-gambar yang diunggah di media sosial dan telah diverifikasi oleh AFPTV menunjukkan polisi Iran menembaki helikopter AS di wilayah barat daya Iran saat pasukan AS berupaya menyisir area untuk mencari sang perwira yang hilang.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: