Abu Dhabi Ganjalan Baru Perdamaian di Timur Tengah

Abu Dhabi Ganjalan Baru Perdamaian di Timur Tengah

ILUSTRASI Abu Dhabi Ganjalan Baru Perdamaian di Timteng.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

UNI Emirat Arab (UEA) mengambil sikap yang anomali di tengah rentannya situasi geopolitik di Timur Tengah. Tidak meredakan ketegangan, Abu Dhabi malah memilih untuk makin merapat ke Israel dan Amerika Serikat

Tak hanya itu, UEA menambah ketegangan dan rivalitas baru di Timur Tengah dengan keputusan mereka untuk keluar dari OPEC (Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Mentah). Sebuah ganjalan baru di tengah upaya mengakhiri perang antara Iran dan AS-Israel.

Abraham Accords

Kampanye militer AS di Iran boleh dikatakan gagal total. Ketegangan sudah berlangsung lebih dari dua bulan, tepatnya 70 hari. Namun, tidak ada titik terang bagaimana akhir dari konflik terburuk di Timur Tengah (Timteng) sejak Perang Irak-Iran tahun 1980–1988 tersebut. 

Amerika Serikat dan Israel gagal mengganti kepemimpinan politik di Iran, serangan rudal ke wilayah Iran juga dibalas dengan lebih keras sehingga mengakibatkan kehancuran hebat di kedua pihak, dan akhirnya gencatan senjata disepakati dan masih berlangsung hingga hari ini.

BACA JUGA:Presiden Prabowo dan Presiden MBZ Perkuat Kerja Sama Bilateral dalam Pertemuan di Abu Dhabi

BACA JUGA:Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi untuk Bertemu Presiden MBZ

Meski tensi dan eskalasi konflik militer turun di tengah gencatan senjata, situasi di Timur Tengah masih sangat rentan. 

AS dan Iran masih beradu kekuatan untuk mengendalikan Selat Hormuz, lalu lintas kapal ekspor minyak mentah dan gas alam tersendat akibat blokade di Selat Hormuz, dan harga minyak mentah melonjak tajam yang mengancam pertumbuhan ekonomi global.

Tidak hanya gagal mengalahkan Iran, Donald Trump juga gagal menjadikan momentum perang dengan Iran itu untuk mengajak lebih banyak negara-negara di Timur Tengah menandatangani Abraham Accords atau Perjanjian Abraham. 

Yaitu, sebuah komitmen yang dimediasi AS untuk menormalisasi hubungan diplomatik dan ekonomi antara negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika dengan Israel. Bahrain dan UEA adalah dua negara Timur Tengah yang telah menandatangani Abraham Accords tahun 2020. Negara lain yang bergabung adalah Sudan dan Maroko.

BACA JUGA:Bertemu Presiden UEA, Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Qasr Al Watan Abu Dhabi

BACA JUGA:Menunggu Diplomasi Jadi Jalan Perdamaian di Timur Tengah: Dunia Berharap Tiongkok

Serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di berbagai negara di Timur Tengah diharapkan Trump menjadi momentum untuk mengajak negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, Irak, Oman, dan Kuwait untuk bergabung dalam Abraham Accords. Namun, negara-negara tersebut bergeming dan tetap menjaga jarak dengan ajakan AS untuk berdamai dengan Israel. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: