Iran Janjikan 'Kejutan Besar' Bagi AS dan Israel

Iran Janjikan 'Kejutan Besar' Bagi AS dan Israel

Ilustrasi. Iran janjikan serangan kejutan pada AS dan Israel dalam waktu dekat. Sebut -Tasnim News Agency-

HARIAN DISWAY - Militer Iran menjanjikan kejutan besar pada mush mereka yakni Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyatan ini keluar di tengah persiapan invasi darat pasukan AS, serta jatuhnya sejumlah pesawat tempur di wilayah Iran

"Kami memiliki kejutan besar untuk AS dan rezim Israel; ini hanya masalah waktu. Tentu saja, tindakan mereka di Iran selatan dapat mengubah waktu demi keuntungan kami," kata seorang pejabat keamanan senior Iran seperti dikutip Tasnim pada Minggu, 5 April 2026. 

Tidak dijelaskan apa yang dimaksud dengan tindakan AS di Iran selatan tersebut. Namun, dalam dua hari terakhir, kontak senjata di Iran bagian selatan melibatkan militer Iran dengan sejumlah pesawat dan helikopter AS. 

Sebuah pesawat tempur F15E Strike Eagle dilaporkan jatuh di wilayah Iran pada Jumat, 3 April 2026 akibat tembakan misil permukaan ke udara (SAM) milik Iran. Satu orang pilot selamat dan seorang kopilot dinyatakan hilang. 

BACA JUGA:Trump Keluarkan Ancaman Lagi, Buka Selat Hormuz atau Hadapi 'Neraka'

BACA JUGA:Jenderal Iran Keluarkan Perintah 'Tanpa Ampun', Habisi Semua Tentara Musuh yang Memasuki Wilayah Iran

AS lantas menurunkan operasi pencarian dan penyelamatan (Combat Search and Rescue/CSAR) melibatkan dua helikopter, satu pesawat angkut herkules, dan satu pesawat A-10 Thunderbolt. Sayangnya, dalam misi tersebut, pesawat A-10 ditembak dan jatuh di Selat Hormuz, sementara dua helikopter juga ditembaki di langit Iran. 

Pejabat keamanan senior tersebut menyebut bahwa daftar target yang dimiliki Amerika Serikat tidak akurat. Klaim bahwa serangan udara mereka mengenai target-target strategis di Iran juga disebut tidak akurat. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan jaringan TV Al-Mayadeen Lebanon.

Sementara Iran terus melaju sesuai rencana dengan sasaran yang telah ditentukan secara presisi. Ia menilai Presiden Donald Trump kini lebih banyak menggunakan narasi media untuk menutupi kelemahan militer AS di lapangan.

BACA JUGA:Iran Tembak Jatuh Pesawat Tempur AS, Nasib Pilot Masih Belum Diketahui

BACA JUGA:AS Siap Terjunkan Prajurit ke Wilayah Iran, Tinggal Tunggu Keputusan Trump

"Mengingat kegagalan operasi militer AS terhadap Iran, terutama setelah Teheran menghantam sejumlah pesawat AS, Trump beralih ke media untuk mengompensasi kelemahan di medan perang," ujar sumber tersebut. Ia juga menertawakan pencantuman target non-militer seperti jembatan ke dalam daftar sasaran AS. "Itu sangat konyol."

Pejabat tersebut juga memperingatkan adanya pembalasan yang lebih besar yang sedang disiapkan oleh Teheran.

Iran menyatakan telah belajar banyak dalam perang asimetris untuk melemahkan musuh. Menurut sumber tersebut, strategi perang "cepat dan mudah" yang diterapkan Amerika Serikat terhadap Iran saat ini telah menemui kegagalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: