AS Siap Terjunkan Prajurit ke Wilayah Iran, Tinggal Tunggu Keputusan Trump

AS Siap Terjunkan Prajurit ke Wilayah Iran, Tinggal Tunggu Keputusan Trump

Para prajurit Angkatan Darat AS dari Batalyon Pendaratan Tim ke-2, Resimen Marinir ke-6 (BLT 26)-Jack Guez-AFP Forum

HARIAN DISWAY - Para pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Pentagon sedang mempersiapkan operasi darat dengan penerjunan pasukan ke wilayah Iran selama beberapa minggu.

Dilansir dari The Washington Post, ribuan marinir Amerika Serikat saat ini telah tiba di Timur Tengah. Kedatangan ini menjadi tanda kemungkinan fase baru perang yang lebih berbahaya. 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan bahwa misi operasi militer AS-Iran ini telah didefinisikan dengan jelas sejak awal dan mengatakan bahwa tujuan tersebut akan dicapai tanpa pasukan darat.

“Tanpa pasukan darat sama sekali,” terang Rubio.

BACA JUGA:Sebulan Perang AS–Israel vs Iran Makin Meluas, Houthi Masuk dan Ancam Jalur Perdagangan Global

BACA JUGA:10 Fakta Sebulan Perang AS–Israel vs Iran yang Mengguncang Timur Tengah dan Dunia

Meski demikian, dilansir dari The New York Times, pasukan ekspedisi marinir (Marine Expeditionary Forces) yang terdiri dari 2.500 personel, didampingi oleh 2.500 pelaut, telah tiba di Timur Tengah pada hari Minggu dengan menggunakan kapal induk amfibi USS Tripoli.

Saat ini penerjunan pasukan darat AS hanya perlu menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump. 

“Merupakan tugas Pentagon untuk melakukan persiapan agar panglima tertinggi (Donald Trump,Red) memiliki pilihan maksimal. Tapi tidak berarti Presiden sudah memutuskan (untuk menggelar operasi,Red),” ucap Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt saat memberikan jawaban tentang laporan kemungkinan operasi darat, dilansir dari The Jerusalem Post.

Rencana operasi darat ini menjadikan Pulau Kharg dan lokasi pesisir di sekitar Selat Hormuz sebagai target potensial, dikutip dari AFP.

BACA JUGA:Dua Pabrik Baja Terbesar Iran Dibom Israel, IRGC Peringatkan Serangan Balasan

BACA JUGA:Iran Akhirnya Buka Akses untuk Indonesia, Dua Kapal Pertamina Segera Lintasi Selat Hormuz

Para pejabat AS menyampaikan bahwa rencana militer tersebut secara anonim. Hal ini dilakukan karena operasi darat membutuhkan persiapan panjang dan dinilai sangat sensitif. Mereka juga mengatakan bahwa tampaknya tidak ada alternatif lain selain melancarkan operasi militer darat untuk merebut Pulau Kharg.

Di sisi lain, mereka mengatakan bahwa potensi operasi darat ini tidak akan sampai pada skala invasi penuh. Namun hanya akan bersifat serangan terbatas dengan melibatkan gabungan antara pasukan khusus (special operation) dan pasukan infanteri konvensional.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: