Dua Pabrik Baja Terbesar Iran Dibom Israel, IRGC Peringatkan Serangan Balasan

Dua Pabrik Baja Terbesar Iran Dibom Israel, IRGC Peringatkan Serangan Balasan

Fasilitas pengolahan baja terbesar di Iran terbakar akibat serangan Israel pada hari Jumat, 27 maret 2026-Amir Hesaminejad/Tasnim News Agency-

HARIAN DISWAY - Serangan udara Israel menghantam dua pabrik baja terbesar di Iran pada Jumat, 27 Maret 2026. Korps Garda Revolusi Islam (IRCG) menyebut serangan ini dilakukan oleh militer Israel didukung oleh Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari AFP, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Teheran akan menuntut “harga mahal” atas hal yang disebutnya sebagai kejahatan Israel.

Media Iran mengatakan bahwa kedua pabrik baja yang diserang oleh AS-Israel merupakan yang terbesar di negara tersebut, yakni Khuzestan Steel di wilayah barat daya serta Mobarakeh Steel di Isfahan, Iran bagian tengah.

Kedua fasilitas tersebut diserang dalam dua serangan terpisah, dikutip dari kantor berita Fars. Lebih lanjut, Fars melaporkan bahwa tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian.

BACA JUGA:Iran Akhirnya Buka Akses untuk Indonesia, Dua Kapal Pertamina Segera Lintasi Selat Hormuz

BACA JUGA:Iran Tetapkan 5 Syarat Akhiri Perang, Tolak Proposal Perdamaian Amerika Serikat

Informasi awal menunjukkan sebuah gardu listrik dan jalur produksi baja menjadi sasaran di kompleks Mobarakeh Steel. Sementara pada Khuzestan Steel, fasilitas yang terdampak penyerangan merupakan sebuah gudang.

“Israel telah menyerang dua pabrik baja terbesar di Iran, sebuah pembangkit listrik, serta fasilitas nuklir sipil dan infrastruktur lainnya. Israel mengklaim bertindak dengan koordinasi dengan Amerika Serikat,” tulis Araghchi pada unggahannya di platform X.

Sementara itu, IRGC mengeluarkan peringatan kepada para pekerja di kawasan industri yang memiliki keterkaitan dengan Amerika atau rezim zionis agar segera meninggalkan tempat kerja mereka. Peringatan tersebut disertai ancaman bahwa mereka akan segera melakukan serangan balasan.

Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah, baja merupakan material yang sangat penting untuk produksi industri maupun militer, termasuk untuk pembuatan rudal, drone, dan kapal.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: