Hindari Motor dengan Ukuran Ban Langka pada Maret 2026, Sulit Cari Penggantinya di Bengkel Umum
Ketersediaan ban motor di bengkel umum didominasi ukuran standar, sementara ukuran langka sering sulit ditemukan--Freepik
HARIAN DISWAY – Tren motor dengan desain unik terus berkembang di Indonesia. Salah satunya terlihat dari penggunaan ukuran ban yang tidak normal atau malah tergolong langka.
Meski tampil beda dan menarik perhatian, kondisi ini bisa menimbulkan persoalan bagi pemilik kendaraan. Terutama, saat membutuhkan penggantian ban.
Pada Maret 2026, beberapa bengkel mengaku kesulitan menyediakan stok ban dengan ukuran khusus. Itu karena permintaan terhadap ukuran itu rendah sehingga distributor tidak memprioritaskan ban yang tidak pasaran.
Berikut adalah alasan mengapa sebaiknya menghindari motor dengan ukuran ban langka:
BACA JUGA:Gratis! Konversi Motor Listrik Gratis ESDM 2026, Begini Cara Daftar dan Syaratnya
BACA JUGA:Spesifikasi Lampu Motor Pro-7 MP 2TX Mark II dan PRO7 MP1TX-MG Pro dari Pro-7 MOTO
1. Stok Terbatas di Bengkel Umum

UKURAN BAN motor yang tidak biasa akan menyulitkan penggantian di bengkel umum.-Harvey Tan Villarino-Pexels
Ban merupakan komponen vital yang harus selalu dalam kondisi prima. Namun, bagi pemilik motor dengan ukuran ban tidak normal, mencari pengganti bisa menjadi tantangan tersendiri.
Di banyak bengkel, ukuran standar lebih sering tersedia karena digunakan oleh mayoritas motor di jalan. Sementara itu, ukuran langka harus dipesan terlebih dahulu, bahkan dalam beberapa kasus harus menunggu berhari-hari hingga berminggu-minggu.
Menurut pelaku industri yang tergabung dalam Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, distribusi suku cadang sangat bergantung pada tingkat permintaan pasar.
"Jika permintaan rendah, stok di lapangan juga terbatas. Ini yang membuat konsumen kesulitan saat membutuhkan penggantian cepat,” ungkap narasumber asosiasi.
BACA JUGA:Polrestabes Surabaya Buka Bazar Motor Curian, Unit Bertambah jadi 1.050 Motor
BACA JUGA:Bazar Ranmor Berakhir, Polrestabes Surabaya Tetap Layani Pengambilan Motor
2. Risiko saat Kondisi Darurat
Masalah tidak berhenti pada ketersediaan. Dalam situasi darurat seperti ban bocor di perjalanan jauh, pemilik motor dengan ukuran ban langka berpotensi mengalami kesulitan lebih besar.
Tidak semua bengkel pinggir jalan memiliki stok yang sesuai. Akibatnya, pengendara harus mencari bengkel lain atau bahkan menunda perjalanan.
Kondisi ini tentu berisiko, terutama jika terjadi di malam hari atau di daerah yang minim fasilitas.
3. Harga Lebih Mahal
Selain sulit ditemukan, ban dengan ukuran tidak umum juga cenderung memiliki harga lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh produksi yang terbatas serta distribusi yang tidak merata.
BACA JUGA:Polisi Surabaya Sita Puluhan Motor Knalpot Brong
BACA JUGA:Patroli Senyap Motor Listrik Satlantas Polrestabes Surabaya
Pabrikan ban seperti Michelin dan Bridgestone umumnya lebih fokus memproduksi ukuran yang banyak digunakan pasar. Sementara, ukuran langka diproduksi dalam jumlah terbatas, sehingga harganya menjadi kurang kompetitif.
4. Pertimbangkan sebelum Membeli
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: asosiasi sepeda motor indonesia