Misteri Tewasnya Pensiunan JICT di Bekasi: Dua Indikator Penting

Misteri Tewasnya Pensiunan JICT di Bekasi: Dua Indikator Penting

ILUSTRASI Misteri Tewasnya Pensiunan JICT di Bekasi: Dua Indikator Penting.-Arya/AI-Harian Disway-

Tewasnya Ermanto Usman, 65, misterius. Polisi kesulitan. Tak ada CCTV. Tidak ada barang berharga yang hilang. Satu-satunya saksi Pasmilawati, 60, terluka parah dan kini belum bisa bicara. Tim elite Polda Metro Jaya dikerahkan untuk menyelidikinya.

KEMATIAN Ermanto dipastikan pembunuhan. Akibat benturan benda tumpul di kepala. Bisa dipukul, bisa dibenturkan pelaku. Darah Ermanto dan istri berceceran di kamar rumahnya di Bekasi. Kejadian Senin, 2 Maret 2026.

Sayang, di rumah bagus dua lantai di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Bekasi, itu tanpa CCTV. Polisi belum menemukan senjata pembunuh. Tak ada sidik jari selain milik Ermanto dan istri. Tak ada DNA lain. Tak ada barang berharga yang hilang.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal, kepada wartawan, mengatakan bahwa tim penyidik memeriksa CCTV milik para tetangga korban. Semuanya diteliti polisi satu per satu.

BACA JUGA:Pembunuhan Pasutri di Rumah Bagus di Bekasi: Polisi Lakukan Pulbaket

BACA JUGA:Heboh Temuan 21 Karung Cacahan Uang di Bekasi: Prosesnya Berentet

Namun, semua kamera CCTV tetangga mengarah ke rumah mereka masing-masing. Jadi, tak berguna bagi penyelidikan.

Andi: ”Ada satu CCTV yang mengarah ke jalan. Rekamannya kami teliti. Terutama rekaman Minggu malam (1 Maret 2026). Mulai pukul 00.00 (diperkirakan saat korban mulai tidur) sampai pukul 04.00 (Sabtu, 2 Maret 2026) saat anak korban Dinda menemukan korban sudah berdarah-darah. Tidak ada orang jalan, tidak ada kendaraan yang berhenti di depan rumah korban.”

Polisi sudah memintai keterangan lima saksi. Yakni, ART keluarga Ermanto, sekuriti kompleks perumahan itu, dan para keluarga korban. Mereka bukan saksi mata. Hanya bersaksi tentang kegiatan terakhir korban dan situasi keamanan di perumahan tersebut. Hasilnya nihil.

Polisi belum menyimpulkan, apakah itu perampokan dengan pembunuhan atau murni pembunuhan. Anak sulung korban, Fiandy A. Putra, 33, meyakini ayahnya dibunuh. Demikian juga keyakinan kakak Ermanto, Dalsaf Usman, 68. Mereka sama-sama yakin Ermanto murni dibunuh.

Dasar pertimbangannya, Ermanto pensiunan pegawai Jakarta International Container Terminal (JICT) 2016. Jabatan terakhir manajer HRD. Ketika masih bekerja, Ermanto ketua serikat pekerja setempat. Aktif membela hak karyawan.

Belakangan ia aktif membikin podcast. Pada 15 Desember 2025 podcast tentang dugaan korupsi di PT Pelindo II (induk JICT) senilai sekitar Rp4 triliun yang kasusnya masih diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pertimbangan keluarga tersebut cuma asumsi. Asumsi yang lemah.

Fokus pada fakta: Ada dua indikator penting. Pertama, hasil penyelidikan polisi, juga menggunakan anjing pelacak, tidak ada jejak pelaku naik ke lantai dua. Atau, lantai dua dinyatakan bersih, tak ada orang luar naik ke sana. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: