Iran Enggan Datang, Perundingan Islamabad Terancam Batal
Warga melintas di Jalan Valiasr, pusat Kota Teheran, Iran, dengan latar berupa billboard raksasa bergambar almarhum Ayatollah Ali Khamenei -Atta Kenare/AFP-
HARIAN DISWAY – Harapan untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah melalui jalur diplomasi terancam pupus.
Pemerintah Iran menyatakan saat ini tidak memiliki rencana untuk menghadiri perundingan dengan Amerika Serikat di Islamabad, meskipun Presiden Donald Trump telah memerintahkan negosiatornya tiba di Pakistan pada hari ini, Senin, 20 April 2026.
Sikap keras Teheran ini muncul hanya beberapa hari sebelum masa gencatan senjata dua minggu berakhir pada hari Rabu mendatang. Gencatan senjata tersebut sebelumnya berhasil menghentikan sementara perang besar yang dipicu oleh serangan kejutan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
Penyebab utama kebuntuan ini adalah blokade pelabuhan Iran yang masih terus dilakukan oleh Amerika Serikat. Situasi semakin memanas setelah sebuah kapal penghancur (destroyer) AS dilaporkan melepaskan tembakan dan menyita sebuah kapal Iran yang mencoba menghindari blokade pada hari Minggu, 19 April 2026.
Teheran mengutuk keras insiden tersebut dan mengancam akan melakukan aksi balasan.
BACA JUGA:Perundingan Damai AS-Iran Digelar Hari Ini di Islamabad
BACA JUGA:Tambah Runyam! Iran Masih Enggan Negosiasi Tahap Kedua, Blokade AS Jadi Penghambat
Media pemerintah Iran, IRIB, pada hari Minggu mengutip sumber internal yang menegaskan ketidakhadiran delegasi mereka.
"Saat ini tidak ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran pembicaraan Iran-AS berikutnya," lapor IRIB.

Polisi bersenjata berjaga di perempatan jalan menuju Hotel Serena, lokasi perundingan putaran kedua AS-Iran di Islamabad, Pakistan -Aamir Qureshi/AFP-
Senada dengan hal tersebut, kantor berita Fars dan Tasnim melaporkan bahwa suasana diplomasi saat ini sangat negatif. Mereka menegaskan bahwa pencabutan blokade AS merupakan syarat prakondisi yang mutlak dan tidak bisa ditawar. Harus dipenuhi sebelum negosiasi dapat dilanjutkan.
Kantor berita IRNA juga menyoroti tuntutan Washington yang dianggap "tidak masuk akal dan tidak realistis."
Ancaman Trump dan Reaksi Pasar Global
Meski suasana memanas, Presiden Donald Trump tetap bersikukuh dengan tawaran yang ia sebut sebagai "kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal." Namun, dalam unggahannya pada hari Minggu, Trump kembali memperbarui ancamannya untuk menghancurkan infrastruktur Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: