Misteri Tewasnya Pensiunan JICT di Bekasi: Dua Indikator Penting

Misteri Tewasnya Pensiunan JICT di Bekasi: Dua Indikator Penting

ILUSTRASI Misteri Tewasnya Pensiunan JICT di Bekasi: Dua Indikator Penting.-Arya/AI-Harian Disway-

Teori LEP menyatakan: ”Setiap kontak meninggalkan jejak”. Atau, setiap pertemuan antarmanusia atau hewan pasti meninggalkan jejak. Walaupun bentuk jejak itu sangat kecil (mikroskopik). 

Teori itu adalah dasar munculnya ilmu kriminal forensik.

Disebutkan, penjahat tidak dapat melakukan kejahatan tanpa meninggalkan bukti atau jejak. Misalnya, sidik jari, DNA, rambut, keringat, air liur, serat pada pakaian, butiran tanah pada sepatu, atau bentuk tapak dan ukuran sepatu jika pelaku menginjak tanah atau pasir.

Teori itu, saat dicetuskan Locard pada 1910, sudah cukup terperinci. Kemudian, dikembangkan menjadi ilmu kriminal forensik modern oleh para ahli sesudahnya. 

Tim penyelidik elite Polda Metro Jaya kini diterjunkan meneliti kematian Ermanto. Kasus itu menjadi tantangan sekaligus memajukan ilmu polisi untuk mengungkap pembunuhan. Masyarakat mendesak polisi agar cepat mengungkap. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: