Perkuat Budaya K3 Melalui Pelatihan Basic Life Support

Perkuat Budaya K3 Melalui Pelatihan Basic Life Support

Tim instruktur memperagakan proses penanganan henti napas atau henti jantung yang tepat.-Dok.PT TPS-

SURABAYA, HARIAN DISWAYPelindo Terminal Petikemas memperkuat komitmen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Perusahaan tersebut memperingati Bulan K3 Nasional dengan menggelar Pelatihan Basic Life Support (BLS) di Terminal Petikemas Surabaya, Kamis 29 Januari 2026. 

Pelatihan tersebut dilaksanakan Direktorat Operasi di Ruang Toba, Gedung Customer Service lantai 2, Surabaya. Ada 30 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.

Mereka berasal dari PT Pelindo Terminal Petikemas, Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Terminal Teluk Lamong (TTL), serta unit kerja lainnya.

Peserta memiliki latar belakang fungsi yang berbeda. Mulai personel Health, Safety, Security and Environment (HSSE) hingga petugas operasional. 

BACA JUGA:Kinerja PT TPS 2024 Ukir Sejarah Baru, Arus Peti Kemas Tembus 1.584.774 TEUs


Peserta dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan kesiapsiagaan di lingkungan kerja-Dok.PT TPS-

Peserta dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan kesiapsiagaan di lingkungan kerja. Utamanya, di industri kepelabuhanan yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Pelatihan Basic Life Support menjadi salah satu kemampuan dasar yang penting dimiliki pekerja pelabuhan. Peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada kondisi darurat. 

Seperti penanganan henti napas, henti jantung, serta penggunaan peralatan keselamatan dasar. Peralatan yang digunakan pelatihan sesuai dengan kebutuhan.

Antara lain, tandu basket untuk melatih proses evakuasi korban. Lalu, manekin setengah badan untuk latihan penanganan henti napas. 

BACA JUGA:PT TPS Kolaborasi Dengan Universitas Ciputra Lewat Real Business Solution: Perkenalkan Industri Maritim Pada Kampus

BACA JUGA:Pelindo Marine dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Resmikan IPAL untuk Jaga Kali Tebu

Tim instruktur menjelaskan secara detil pada setiap proses penyelamatan. Misalnya, bagaimana menempatkan tali tandu basket yang tepat, serta cara mengangkat tandu basket agar korban tetap aman. 

Begitu juga saat simulasi penanganan henti jantung atau henti napas. Tim menunjukkan bagaimana melakukan Cardiopulmonary Resuscitation atau CPR yang benar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: