PDIP Jatim Buka Rekrutmen Terbuka, Ajak Gen Z Aktif Berpolitik

PDIP Jatim Buka Rekrutmen Terbuka, Ajak Gen Z Aktif Berpolitik

RED TALKS yang digelar PDI Perjuangan Jawa Timur beberapa waktu lalu dan mengajak Gen Z agar aktif berpolitik.-Boy Slamet-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - PDI Perjuangan Jawa Timur membuka rekrutmen terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk bergabung dan berkiprah sebagai kader maupun pengurus partai, baik di tingkat RW atau dusun, kelurahan atau desa, kecamatan, hingga melalui berbagai sayap dan badan partai, Jumat, 30 Januari 2026.

Dalam rekrutmen terbuka tersebut, generasi Z atau Gen Z yang lahir pada rentang 1995 hingga 2012 menjadi salah satu kelompok yang secara khusus diajak untuk terlibat aktif. PDIP Jatim menilai keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting bagi masa depan demokrasi dan politik Indonesia.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa dominasi jumlah Gen Z dalam struktur demografi Indonesia harus diimbangi dengan peran aktif mereka dalam proses politik. Menurutnya, tanpa keterlibatan generasi muda, demokrasi akan kehilangan daya hidup dan relevansinya.

“Kami ingin Gen Z tidak melihat politik sebagai sesuatu yang kotor atau jauh dari kehidupan mereka. Justru politik adalah alat untuk memperjuangkan nilai, gagasan, dan perubahan melalui kebijakan publik yang diinginkan masyarakat, termasuk Gen Z,” ujar Deni Wicaksono.

BACA JUGA:DPD PDIP Jatim Serentak Merawat Pertiwi dalam Rangkaian HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri

BACA JUGA:Kiprah Kader PDIP Tulungagung Rayakan Hari Jadi Partai dan HUT Megawati: Halaman Rumah Jadi Kebun Kopi

Ia menekankan bahwa PDIP Jatim membuka ruang selebar-lebarnya bagi anak muda tanpa harus memiliki latar belakang politik praktis. Menurutnya, karakter Gen Z yang kreatif, kritis, dan peka terhadap isu sosial merupakan modal besar untuk membangun politik yang sehat dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Tidak perlu takut. Gen Z itu kreatif, kritis, dan peka terhadap isu sosial. Mayoritas kita adalah generasi perintis yang ingin negeri ini lebih baik lagi. Itu modal besar untuk berpolitik secara sehat,” kata politisi muda alumnus Universitas Airlangga tersebut.

Deni menjelaskan bahwa rekrutmen terbuka ini mencakup keikutsertaan sebagai kader maupun pengurus struktural, mulai dari tingkat anak ranting di RW atau dusun, ranting di kelurahan atau desa, pengurus anak cabang di tingkat kecamatan, hingga pengurus di tingkat kabupaten dan kota.

Selain jalur struktural, PDIP Jatim juga menyediakan ruang partisipasi melalui berbagai badan dan sayap partai sebagai wadah aktualisasi minat dan keahlian anak muda. “Bagi Gen Z yang belum ingin masuk ke struktur partai, kami punya banyak ruang lain. Politik tidak selalu soal rapat dan jabatan,” tegasnya.


Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono -Istimewa -

Ia menyebutkan sejumlah badan dan sayap partai yang dapat menjadi pilihan, seperti Badan Pemenangan Pemilu, Badan Saksi Pemilu Nasional, Badan Kebudayaan Nasional, Badan Penanggulangan Bencana, Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan, Baitul Muslimin Indonesia, Taruna Merah Putih, Relawan Pejuang Demokrasi, Banteng Muda Indonesia, serta Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat.

Menurut Deni, keterlibatan Gen Z melalui badan dan sayap partai menjadi sarana pendidikan politik yang lebih kontekstual dan dekat dengan realitas sehari-hari. Di ruang-ruang tersebut, anak muda dapat belajar gotong royong, manajemen organisasi, kepemimpinan, hingga keberpihakan pada rakyat secara langsung.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu menilai keikutsertaan generasi muda dalam politik merupakan bentuk keberanian untuk tidak bersikap apatis terhadap masa depan bangsa. Ia mengingatkan bahwa hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat berkaitan erat dengan kebijakan publik yang lahir dari proses politik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: