Tidak di Respon Bagnaia, Aprilia bidik Bastianini
Enea Bastianini, saat berada di sirkuit Jerez pada 22 Januari 2026, bertepatan dengan sesi pramusim WorldSBK 2026--Twitter MCN Sports @MCNSport
HARIAN DISWAY - Kepergian Jorge Martin ke Yamaha memicu efek domino besar di bursa balap MotoGP. Aprilia kini terjebak dalam persimpangan krusial: kehilangan bintang utama, ditinggal tanpa jawaban oleh Francesco Bagnaia, dan terancam kalah langkah dari Yamaha yang sedang membangun era baru 850cc dengan kekuatan finansial raksasa.
Aprilia kini harus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan tanpa sang juara dunia. Masalahnya, Rencana A gagal terwujud, sementara Rencana B justru menarik perhatian hampir semua tim besar di paddock.
Aprilia diam-diam menjajaki kemungkinan kerja sama dengan perwakilan Francesco Bagnaia, terutama setelah Pedro Acosta dipastikan bergabung dengan Ducati untuk proyek era baru MotoGP 850cc. Namun, respons dari juara dunia 2022–2023 justru nihil.
Keheningan tersebut memunculkan tanda tanya besar. Fakta bahwa perwakilan Francesco Bagnaia sama sekali tidak membalas pendekatan Aprilia menimbulkan berbagai spekulasi di paddock.
Bisa jadi, sikap diam Pecco mencerminkan loyalitas atau harga diri. Ia mungkin masih berharap mampu mengekspresikan tren performa bersama Ducati, meskipun pabrikan asal Bologna itu kini kedatangan Pedro Acosta sebagai wajah baru proyek masa depan.
Kemungkinan lain yang tak kalah menarik, Bagnaia justru tengah mempersiapkan langkah dramatis menuju Yamaha, pabrikan dengan anggaran jauh lebih besar dibandingkan Aprilia.
BACA JUGA:Tanpa Jorge Martin di Sepang, Aprilia memulai MotoGP 2026 dengan Tanda Tanya
BACA JUGA:Ducati Buka Kartu di Sepang: Desmosedici GP26 Tampilkan Winglet Paling Radikal
Situasi ini memaksa pabrikan asal Noale untuk menata ulang strateginya. Opsi pembalap papan atas di pasar transfer semakin terbatas, sementara perekrutan rookie untuk musim 2027 dinilai memiliki risiko besar.
Menurut Motorsport.com, prioritas utama Aprilia saat ini mengarah ke Enea Bastianini. Pembalap 29 tahun asal Rimini, Italia, itu dinilai sebagai kandidat ideal: cepat, berpengalaman menang, dan termotivasi oleh dimulainya siklus regulasi baru pada 2027.
Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing MotoGP, berharap perkembangan positif RS-GP serta prospek kemitraan dengan Marco Bezzecchi cukup meyakinkan Bastianini untuk bergabung.

Enea Bastianini, saat sesi foto di studio, sebelum peluncuran tim Red Bull KTM Tech3 Racing untuk 2026.--Twitter Tech3 Racing @Tech3Racing
Aprilia juga diyakini akan memanfaatkan sentimen patriotik sesama Italia, ditambah performa RS-GP yang terus menunjukkan peningkatan sepanjang tahun 2025. Bagi Bastianini, ini bisa menjadi kesempatan emas untuk tampil sebagai pemimpin proyek pabrikan Italia.
Namun, Bastianini juga diketahui sangat tertarik dengan proyek era baru 850cc milik Yamaha. Ia menyadari bahwa pabrikan asal Iwata tersebut memiliki sumber daya teknis dan finansial yang memungkinkan mereka mendominasi era baru MotoGP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: