Ducati Buka Kartu di Sepang: Desmosedici GP26 Tampilkan Winglet Paling Radikal

Ducati Buka Kartu di Sepang: Desmosedici GP26 Tampilkan Winglet Paling Radikal

Teknisi Ducati Factory MotoGP, saat menyiapkan motor Desmosedici GP26 sebelum di uji Michele Pirro di Shakedown Sepang. Lingkaran hijau menunjukkan perubahan desain winglet utama dengan profil bertingkat dan memiliki celah. --Twitter Paddock GP @Paddockgp1

HARIAN DISWAY - Perang teknologi MotoGP kembali memanas di Sepang. Ducati Desmosedici GP26 akhirnya membuka kartu aslinya melalui desain winglet radikal yang sengaja disembunyikan saat tim peluncuran. Di tengah masa transisi menuju regulasi 2027, langkah Ducati ini mengirimkan pesan tegas: Borgo Panigale belum siap melepaskan dominasinya.

Sejak hari pertama Shakedown Sepang pada tanggal 29 Januari 2026, semua mata tertuju pada garasi Honda dan Ducati. Pembalap uji dari kedua pabrikan tersebut terlihat sama-sama mengendarai motor dengan fairing yang masih dibalut warna hitam.

Kedua pabrikan membawa pembaruan signifikan pada sektor aerodinamika fairing, khususnya di area winglet utama. Sekilas desainnya tampak serupa: lebih lebar, dengan garis-garis sudut yang tegas dan solid.

Namun, pada hari kedua Shakedown Sepang, perhatian publik benar-benar tersedot ke desain winglet utama Ducati Desmosedici GP26. Karya para insinyur Borgo Panigale ini terlihat jauh lebih radikal dibandingkan dengan motor versi sebelumnya.

Motor Desmosedici GP26 yang dipamerkan di Madonna di Campiglio pekan lalu kini diduga hanyalah sebuah “kamuflase”.

Di Sepang, Ducati tampak sengaja membuka seluruh kartu teknologinya, sebelum motor tersebut diuji langsung oleh pembalap utama dalam sesi Official Test Sepang pada 3–5 Februari 2026.

Dengan perubahan desain winglet utama yang tergolong ekstrem, seolah-olah Luigi Dall'Igna, bos Ducati Corse, ingin melakukan sebuah “revolusi kecil” menjelang perubahan besar MotoGP pada 2027.

BACA JUGA:Desmosedici GP26, Senjata AI Ducati Menuju Era Baru MotoGP

BACA JUGA:VR46 Racing Tolak Ducati GP25, Motor Juara Dunia Marc Marquez Ternyata Bermasalah?

Jika pada generasi sebelumnya Ducati cenderung mengusung winglet berprofil kompak, kini ukurannya terlihat jauh lebih besar.

Menariknya, Ducati menerapkan konsep double profile pada bagian bawah winglet tersebut. Terdapat celah udara (blown winglet) di antara dua profil sayap yang dimiringkan ke bawah.

Desain ini disinyalir bertujuan untuk menghasilkan downforce besar saat motor berada dalam posisi tegak, khususnya ketika pengereman keras. Selain itu, aliran turbulensi dari ban depan dapat dikelola lebih efektif agar udara mengalir lebih efisien menuju radiator dan sisi samping motor.


Michele Pirro, saat bersiap melakukan pengujian Desmosedici GP26, di Shakedown Sepang 29 Januari 2026--Twitter Alessio Piana @AlessioPiana130

Jika dilihat lebih detail, terdapat pula perubahan pada bentuk front cowl atau fairing bagian atas. Pada Desmosedici GP26, desainnya kini lebih persegi (square) dan cenderung meruncing (conical).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: