Cheng Yu Pilihan Aktris Nadya Arina: Sai Weng Shi Ma, Yan Zhi Fei Fu
NADYA ARINA, bintang film Kafir: Gerbang Sukma, berprinsip sai weng shi ma, yan zhi fei fu. Kehilangan tidak selamanya berarti musibah, ada kalanya justru akan mendatangkan berkah.-Najwa Rana-Harian Disway
HARIAN DISWAY - Nadya Arina percaya, "Semua ini hanya sementara: kebahagiaan sementara, kesedihan sementara, semuanya akan berlalu." Itu dikatakan aktris kelahiran Bogor 1997 tersebut ketika berkunjung ke kantor Harian Disway untuk promosi film terbarunyi, Kafir: Gerbang Sukma, pada Rabu, 28 Januari 2026.
Memang, sebagaimana lagu Noah yang Anda sudah hafal di luar kepala sejak lirik pertamanya, "Tak ada yang abadi." Yang tidak berubah cuma perubahan itu sendiri.
Makanya, ada yang bilang, kalau sedih jangan terlalu; kalau senang pun jangan terlalu. Sebab, bisa jadi bersamaan dengan kesenangan ada kesedihan; juga tidak menutup kemungkinan berbarengan dengan kesedihan ada kesenangan.
Sebagaimana yang ribuan tahun silam dipetuahkan Lao Tzu dalam bab 58 kitabnya, Tao Te Ching, "Bencana merupakan sandaran keberuntungan, di balik keberuntungan ada bencana" (祸兮福之所倚,福兮祸之所伏).
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Aktris Putri Ayudya: Da Qi Wan Cheng
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Aktris Asha Assuncao: Shun Qi Zi Ran
Barangkali itulah mengapa ajaran klasik Tiongkok menyarankan kita untuk memupuk spirit "居安思危" (jū ān sī wēi): memikirkan krisis meski sedang dalam situasi damai.
Maksudnya, jangan sampai kita dibuat terlena oleh sesuatu yang mengenakkan. Waspada mesti tetap selalu dikedepankan.
Pun demikian tatkala dilanda petaka. Tentu kita berhak sedih. Tapi jangan berlarut-larut. Karena jangan-jangan sesudahnya ada keuntungan yang akan menjadi pelipurnya.
Intinya, seperti yang dinyatakan pepatah Tiongkok, "塞翁失马,焉知非福" (sài wēng shī mǎ, yān zhī fēi fú): kehilangan tidak selamanya berarti musibah, ada kalanya justru akan mendatangkan berkah. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: