SRO, OJK dan Danantara Bertemu dengan MSCI, Ini Hasil Kesepakatannya!

SRO, OJK dan Danantara Bertemu dengan MSCI, Ini Hasil Kesepakatannya!

Ilustrasi papan informasi perdagangan IHSG-ist-

HARIAN DISWAY - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada awal perdagangan Februari 2026, melanjutkan volatilitas pasar sepekan setelah rangkaian trading halt di akhir Januari.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pelemahan ini sebagai bagian dari rebalancing portofolio investor di tengah tekanan regional dan global, sembari menegaskan bahwa saham berfundamental kuat tetap menunjukkan ketahanan.

Pelaksana Tugas (Pjs.) Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merangkap Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi  mengungkap dalam merespons tekanan pasar yang terus berlanjut, sejumlah otoritas pasar modal Indonesia telah bertemu dengan tim dari MSCI (Morgan Stanley Capital International).

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Self-Regulatory Organization (SRO), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Danantara pada Senin sore, 02 Februari 2026.

BACA JUGA:IHSG Jeblok ke Angka 7.800, Mensesneg: Bismillah Kita Harus Optimis, Kita Harus Yakin

BACA JUGA:IHSG Terus Tertekan di Hari Pertama Perdagangan Bulan Februari

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan bahwa dalam pertemuan dengan tim analis MSCI, Ia menyebut bahwa semuanya selaras dengan rencana aksi OJK, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan transparansi dan pengungkapan ultimate beneficial ownership.

Dari pertemuan tersebut, sejumlah kesepakatan dicapai, antara lain:

  1. Pengungkapan data kepemilikan saham di bawah 5% akan diperluas menjadi pengungkapan untuk kepemilikan di atas 1%.
  2. Peningkatan granularitas klasifikasi investor dari data KSEI menjadi 27 subtipe investor dari sebelumnya sebanyak 9 tipe investor utama. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kejelasan dan kredibilitas pengungkapan beneficial ownership.
  3. Keputusan Indonesia untuk meningkatkan minimum free float dari 7,5% menjadi 15%. Hasan juga menyebutkan bahwa hal ini akan diberlakukan secara bertahap bersama para pelaku pasar.

BACA JUGA:Purbaya Yakin IHSG Menguat Saat Dibuka, Fundamental Dinilai Masih Kokoh

BACA JUGA:Pemerintah Bersikap Keras Berantas Saham Gorengan Usai IHSG Anjlok Dua Hari

Hasan mengungkap bahwa diskusi bersama MSCI berlangsung konstruktif dan akan dilanjutkan di tingkat teknis, ia juga menyebutkan bahwa akan dilakukan update rutin kepada publik terkait dengan progres komitmen ini sebagai bentuk transparansi.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: