AVC Putri 2026: Saat Megatron Kembali Menghantui Korea Selatan
Momen epic, saat Megawati Hangestri Pertiwi (kanan) memastikan kemenangan 3-2 Jung Kwan Jang Red Sparks di laga keempat babak final V-League 2024-25 pada 6 April 2025, sehingga tim pemenangan harus ditentukan di laga kelima pada 8 April 2025 di Samsan Wor--Twitter Volleytrails @Volleytrails
HARIAN DISWAY - Piala AVC Putri 2026 berpotensi menjadi panggung reuni emosional antara Megawati Hangestri Pertiwi dan Korea Selatan, ketika Timnas Indonesia kembali menantang dominasi Asia di Filipina pada Juni 2026.
Melalui situs web resmi yang diunggah pada 3 Februari 2026, AVC (Asian Volleyball Confederation) secara resmi mengumumkan 12 negara peserta Piala AVC Putri 2026.
Filipina akan bertindak sebagai tuan rumah, didampingi Korea Selatan, Indonesia, Vietnam, Taiwan, Kazakhstan, Iran, Australia, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Hong Kong, dan Lebanon. Kompetisi ini diadakan di Kota Candon, Filipina, pada 6–14 Juni 2026.
Meski pengundian grup belum selesai, Timnas Indonesia—runner-up edisi 2023—dan Korea Selatan yang merupakan peserta reguler Liga Voli Nasional (VNL), digadang-gadang sebagai dua kandidat terkuat juara. Kondisi ini membuka peluang keduanya saling berhadapan di babak semifinal atau final AVC Putri 2026.
Besar kemungkinan Indonesia kembali diperkuat bintang andalan Megawati Hangestri Pertiwi. Kehadirannya akan menambah daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar voli putri Korea Selatan, mengingat Megawati baru saja tampil di final V-League musim 2024–25.
Usai kekalahan dramatis Jung Kwan Jang Red Sparks di final V-League 2024–25 melawan Heungkuk Pink Spiders, Megawati, yang dijuluki Megatron, mutuskan kembali ke Indonesia.
BACA JUGA:Surabaya Bank Jatim Taklukkan Rajawali O2C 3-2, Megawati Hangestri Jadi Penentu Kemenangan
Selama dua musim membela Jung Kwan Jang Red Sparks, Megatron memberikan dampak signifikan bagi klub dan Kota Daejeon. Ia sukses mengangkat Red Sparks dari klub kecil menjadi penantang serius klub-klub besar V-League seperti Heungkuk Pink Spiders dan Hyundai Hillstate.
Tak hanya itu, popularitasnya di lapangan pun turut mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Kota Daejeon.
Dalam dua musim tersebut, Megatron selalu menembus skuad All Stars V-League pada jeda paruh musim. Di tengah dominasi Opposite Hitter asal Eropa, ia menjadi satu-satunya wakil Asia yang dipilih melalui pilihan pelatih dan penggemar untuk posisi tersebut.

Pelatih Cha Sang-Hyun (kanan), saat menjadi komentator untuk V-League 2025-26 bersama SBSSport Channel. --Twitter Menunggu @menungguwaktuku
Sementara itu, timnas Korea Selatan bertekad memulai kompetisi internasional pertamanya dengan hasil maksimal sejak Federasi Voli Korea Selatan (KOVO) menunjuk Cha Sang-Hyun sebagai pelatih kepala, didampingi Lee Sook-Ja sebagai asisten pelatih, untuk memimpin skuad putri Taegeuk Warriors.
Cha Sang-Hyun dan Lee Sook-Ja dikenal sangat memahami gaya bermain Megawati, mengingat keduanya sering bertemu dengannya selama dua musim di Jung Kwan Jang Red Sparks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: