Suporter Inter Milan Ditangkap Usai Lempar Petasan ke Emil Audero, Usia Masih 19 Tahun
Potret laga ketika kiper Cremonese, Emil Audero, terkena lemparan flare dalam laga kontra Inter Milan. Senin, 2 Februari 2026.--Instagram @milanointerista
HARIAN DISWAY - Insiden serius yang mewarnai laga Serie A antara Cremonese dan Inter Milan pada Senin, 2 Februari 2026 dini hari WIB lalu akhirnya memasuki babak baru.
Pelaku pelempar petasan yang mengenai kiper Cremonese, Emil Audero, resmi ditangkap pihak berwenang Italia hanya 48 jam setelah kejadian.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, pelaku merupakan seorang suporter Inter Milan berusia 19 tahun yang berasal dari kelompok pendukung Nerazzurri di sektor tamu.
Ia ditangkap setelah proses identifikasi cepat yang dilakukan aparat keamanan, menyusul insiden yang sempat menghentikan pertandingan pada awal babak kedua.
BACA JUGA:Inter Milan Pertahankan Davide Frattesi Usai Liverpool Tolak Lepas Curtis Jones
BACA JUGA:Emil Audero Dilempari Flare oleh Suporter Inter, 3 Jari Pelaku Putus

Cremonese vs Inter Milan 0-2: Emil Audero cs gagal bendung Lautaro-Zielinski. Foto: Kiper Cremonese Emil Audero terjatuh saat terkena lemparan flare, 2 Februari 2026. -Marco M Mantovani-Getty Images via AFP
Petasan tersebut meledak tepat di dekat Emil Audero dan menyebabkan kiper berdarah Indonesia itu mengalami luka ringan berupa goresan serta bekas terbakar di bagian lutut. Meski demikian, Audero tetap melanjutkan pertandingan setelah mendapat perawatan medis singkat di pinggir lapangan.
Pihak Inter Milan langsung mengecam keras tindakan tersebut. Bahkan Presiden klub, Giuseppe Marotta, langsung menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Cremonese dan menegaskan bahwa aksi tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai dan budaya klub. Namun, kecaman tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Nerazzurri dari sanksi.
Kementerian Dalam Negeri Italia secara resmi menjatuhkan larangan bagi suporter Inter Milan untuk menghadiri tiga laga tandang Serie A berikutnya, masing-masing melawan Sassuolo, Lecce, dan Fiorentina. Larangan tersebut berlaku hingga 23 Maret 2026.
Menariknya, pelaku yang kini ditangkap bukanlah individu yang sebelumnya dilaporkan kehilangan tiga jari akibat ledakan flare lain di stadion pada laga yang sama.
BACA JUGA:Cremonese vs Inter Milan 0-2: Emil Audero Gagal Bendung Lautaro-Zielinski
BACA JUGA:Dortmund vs Inter Milan 0-2, Nerazzurri Puas dengan Tiket Playoff Liga Champions
Artinya, terdapat lebih dari satu insiden petasan yang terjadi di sektor pendukung Inter Milan pada malam tersebut. Hal itu memperkuat alasan otoritas menjatuhkan sanksi tegas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber