Pidato Prabowo di Stadion Gajayana: NU Adalah Pilar Kebesaran Bangsa Indonesia

Pidato Prabowo di Stadion Gajayana: NU Adalah Pilar Kebesaran Bangsa Indonesia

Prabowo dalam pidatonya di Mujahadah Kubro satu Abad NU di Stadion Gajayana Malang menyebut bahwa NU adalah pilar kebesaran bangsa Indonesia-Boy Slamet/Harian Disway-

MALANG, HARIAN DISWAY – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menghadiri acara puncak Mujahadah Kubro dalam rangka memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, MALANG, Minggu pagi. Di hadapan ratusan ribu Nahdliyin yang memadati stadion, Presiden menyampaikan apresiasi mendalam terhadap peran historis NU bagi kedaulatan negara.

Presiden Prabowo mengaku selalu merasakan tambahan energi dan keberanian setiap kali berada di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Kehadiran para kiai dan ulama besar menurutnya menjadi dorongan moral yang kuat bagi dirinya dalam menjalankan amanah memimpin negara.

"Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, di tengah-tengah santri, santriwati, di tengah-tengah kiai, apalagi ada kiai-kiai besar, ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya," tegas Prabowo di atas podium.

Dalam pidatonya, Presiden juga menyoroti kiprah satu abad NU yang menurutnya telah teruji oleh waktu. Ia menyebut organisasi ini sebagai pilar utama kekuatan bangsa yang selalu hadir di garda terdepan ketika negara berada dalam situasi kritis.

BACA JUGA:Ratusan Ribu Nahdliyin Padati Stadion Gajayana Malang Ikuti Mujahadah Kubro

"Saudara-saudara, seratus tahun kiprah pengabdian NU telah membuktikan bahwa NU sungguh-sungguh adalah pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia. Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan," lanjutnya disambut gemuruh takbir dari para jemaah.


Presiden Prabowo menyalami qari dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana Malang-Boy Slamet/Harian Disway-

Lebih lanjut, Prabowo memberikan konteks sejarah mengenai ujian kemerdekaan bangsa. Meski proklamasi dilakukan di Jakarta pada 17 Agustus 1945, ia menegaskan bahwa ujian sesungguhnya untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut terjadi di Jawa Timur, khususnya dalam pertempuran hebat di Surabaya dan sekitarnya.

Presiden mengingatkan kembali bagaimana rakyat Jawa Timur saat itu mampu menghadapi Inggris yang merupakan pemenang Perang Dunia II. Keberhasilan tersebut, menurut Prabowo, tidak lepas dari komando dan kepemimpinan para kiai serta ulama.

BACA JUGA:Prabowo di Mujahadah Kubro Satu Abad NU: Setiap Bersama Nahdlatul Ulama, Saya Merasa Bahagia

"Kita telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapapun yang ingin menjajah bangsa kita," tutupnya dengan nada yang berapi-api.

Acara Mujahadah Kubro ini menjadi salah satu momen krusial dalam rangkaian peringatan Satu Abad NU, yang mempertegas sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga keutuhan NKRI di bawah kepemimpinan Kabinet Merah Putih.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: