Waspada Penipuan Tiket Mudik Gratis 2026 Palsu Yang Meminta Biaya Pendaftaran Via E Wallet
Jangan tergiur kuota terbatas dan janji manis. Cek dulu sumbernya sebelum daftar mudik gratis.-Dok. KAI-
HARIAN DISWAY - Menjelang musim mudik Lebaran 2026, euforia pulang kampung mulai terasa. Berbagai informasi soal program mudik gratis ramai berseliweran. Baik di media sosial maupun grup percakapan Whatsapp.
Di tengah antusiasme itu, modus penipuan lama kembali muncul. Bahkan dengan wajah baru: tiket mudik gratis palsu. Modusnya terbilang rapi. Pelaku meminta biaya pendaftaran melalui e-wallet.
Calon korban diarahkan ke tautan pendaftaran yang mengatasnamakan instansi pemerintah, BUMN, atau perusahaan besar. Tampilannya meyakinkan. Lengkap dengan logo dan narasi kuota terbatas.

Hati-hati tautan mudik gratis 2026 di media sosial. Kalau ada permintaan transfer, bisa jadi itu penipuan--halo Indonesia
Namun, di tahap akhir pendaftaran, peserta diminta membayar sejumlah uang. Dalihnya disebut sebagai biaya administrasi, verifikasi data, atau penguncian kursi melalui dompet digital.
BACA JUGA:Beli Motor Bekas untuk Mudik Lebaran 2026, Ini yang Wajib Dicek
BACA JUGA:Ini Motor Bebek Paling Irit untuk Mudik Lebaran 2026, Hemat BBM dan Tangguh
Di situlah jebakannya. Program mudik gratis resmi pada dasarnya tidak memungut biaya apa pun. Begitu uang dikirim, akun pengirim pesan menghilang. Nomor tak bisa dihubungi. Situs pendaftaran mendadak tak bisa diakses.
Fenomena itu mulai banyak dikeluhkan masyarakat di media sosial. Tidak sedikit calon pemudik yang tertipu setelah membayar puluhan hingga ratusan ribu rupiah.
Ironisnya, sebagian korban adalah warga dengan keterbatasan ekonomi. Mereka berharap bisa pulang kampung dengan murah.
Waspada, penipuan itu memanfaatkan dua hal sekaligus Pertama, kebutuhan mendesak. Kedua, kepercayaan publik terhadap program mudik gratis. Program yang memang rutin digelar setiap tahun.

Program mudik gratis resmi tak pernah memungut biaya. Waspada modus baru penipuan jelang Lebaran 2026.-Dok. kemenhub-
BACA JUGA:7 Lagu Hits yang Bikin Perjalanan Mudik Lebaran Naik Kereta Jadi Asyik
BACA JUGA:5 Rekomendasi Aplikasi Silaturahmi Online Bagi Anda yang Tidak Mudik
Ditambah lagi, penggunaan e-wallet membuat transaksi terasa cepat dan mudah. Sehingga korban sering kali lengah.
Pihak berwenang pun mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dan tidak mudah tergiur. Pendaftaran mudik gratis seharusnya hanya dilakukan melalui kanal resmi. Seperti situs pemerintah, aplikasi resmi penyelenggara, atau akun media sosial terverifikasi.
Permintaan transfer dana apa pun alasannya patut dicurigai. Ada beberapa ciri yang bisa dikenali dari penipuan tiket mudik gratis palsu tersebut.
Salah satunya, pelaku membagikan pendaftaran mudik lewat pesan berantai atau akun anonim. Dilengkapi tekanan waktu. Dengan kalimat seperti “kuota tinggal sedikit” atau “pendaftaran ditutup hari ini”. Juga permintaan pembayaran melalui e-wallet pribadi. Bukan rekening atau sistem resmi instansi.
BACA JUGA:Kereta Api Jadi Primadona Mudik, Penumpang Arus Balik Membludak di Stasiun Pasar Turi Surabaya
BACA JUGA:Ada Diskon Tarif Tol untuk Pemudik yang Hindari Puncak Arus Balik, Simak Jadwal dan Ketentuannya
Mudik seharusnya menjadi momen bahagia. Bukan malah mendatangkan kerugian. Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru mendaftar.
Pun, selalu memeriksa sumber informasi. Dan tidak segan bertanya ke kanal resmi sebelum mengisi data atau mengirim uang.
Jika menemukan indikasi penipuan, segera laporkan agar tidak makin banyak korban. Di era digital seperti sekarang, kewaspadaan adalah tiket paling aman untuk bisa mudik dengan tenang. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: