Arc Raiders Larang Puluhan Ribu Cheater, CEO Embark Studios Buka Suara
Komunitas pemain Arc Raiders meminta pengembang blokir cheaters, Embark Studios menindaklanjuti hal itu.--thegamer.com
“Kami membangun sebuah sistem dan mulai melakukan ban. Saya tahu itu terjadi karena saya melihat banyak orang mencoba menghubungi studio dan saya secara langsung," ungkapnya.
"Mereka berkata, ‘Saya tidak melakukan apa-apa.’ Namun, kami melihat perubahan yang cukup signifikan. Saya yakin kami telah melarang puluhan ribu pemain sejauh ini,” tambahnya.

Arc Raiders jadi game terfavorit di Steam, lampaui Helldivers 2.--gamespot.com
Söderlund juga mengakui bahwa sistem yang diterapkan tidak selalu sempurna. Ia memastikan Embark Studios akan memperbaiki kasus-kasus yang terbukti sebagai kesalahan. Termasuk potensi larangan yang tidak semestinya.
BACA JUGA:Arc Raiders Lampaui Rekor Helldivers 2, Jadi Game Extraction Shooter Terpopuler di Steam
BACA JUGA:Call of Duty Warzone Gandeng Fallout: Hadirkan Game Berebut Power Armor dan Bertahan di Zona Radiasi
Meski demikian, Embark Studios menegaskan akan terus menindak tegas pemain yang melakukan pelanggaran dan merusak ekosistem permainan.
Masalah cheater memang masih menjadi tantangan besar di industri gim daring. Baru-baru ini, Call of Duty mengumumkan perluasan kebijakan anti-cheat dengan menargetkan penggunaan perangkat Cronus Zen dan XIM Matrix.
Perangkat tersebut, yang dijual bebas di toko ritel besar, dapat dimodifikasi untuk memberikan keuntungan tidak adil. Seperti recoil lebih rendah, aim assist, dan fitur rapid fire.
Ke depan, penggunaan perangkat tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran langsung terhadap kebijakan keamanan dan penegakan aturan milik Activision.
BACA JUGA:Call of Duty Dikabarkan Segera Hadir di Nintendo Switch
BACA JUGA:Pencipta SBMM Bantah Teori Konspirasi di Call of Duty: Black Ops 7
Langkah-langkah tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan pengembang gim global. Demi menjaga keadilan dan integritas permainan bagi seluruh pemain. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: thegamer.com