Sambutan Prabowo di Satu Abad NU: Pemimpin Tidak Boleh Digerakkan Dendam dan Kebencian

Sambutan Prabowo di Satu Abad NU: Pemimpin Tidak Boleh Digerakkan Dendam dan Kebencian

Presiden Prabowo bersama dengan para ulama NU-disway-

“Tidak ada bangsa yang kuat jika pemimpin-pemimpinnya tidak rukun,” tegas Prabowo diiringi tepuk tangan meriah.

Dalam konteks demokrasi, ia mengakui bahwa persaingan dan perbedaan pendapat tidak bisa dihindari. Namun, semua itu harus tetap berada dalam koridor persaudaraan dan kepentingan nasional.

“Boleh bersaing, boleh berdebat, tapi pada akhirnya kita semua harus menjaga persatuan dan kesatuan,” katanya.

BACA JUGA:Prabowo di Mujahadah Kubro Satu Abad NU: Setiap Bersama Nahdlatul Ulama, Saya Merasa Bahagia

BACA JUGA:Yahya Cholil Staquf Sebut Langkah Prabowo Masukkan Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza Sudah Benar

Menutup sambutannya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam ikhtiar dan doa demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, serta bebas dari kemiskinan dan perpecahan.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Airlangga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: