Romi Jahat Meninggal Dunia, Skena Punk Indonesia Berduka

Romi Jahat Meninggal Dunia, Skena Punk Indonesia Berduka

Romi Jahat Meninggal Dunia, Skena Punk Indonesia Berduka--X

Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab wafatnya Romi Jahat. Namun, kondisi kesehatannya diketahui mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Ia bahkan sudah dua pekan dirawat di rumah sakit sebelum berpulang.

Sekitar tiga pekan sebelum meninggal dunia, Romi & The Jahats membatalkan sejumlah agenda manggung. Pihak band kala itu menyebut kondisi fisik Romi Jahat tidak memungkinkan untuk tampil dan membutuhkan perawatan lanjutan.


Unggahan Rebellion Rose saat mengantarkan pemakaman mendiang Romi Jahat, sekaligus menyampaikan doa dan belasungkawa atas kepergian sang musisi--Instagram@rebellionrose_official

Romi Jahat memiliki nama asli Adie Indra Dwiyanto. Ia mulai aktif di skena musik punk sejak akhir 1990-an. Namanya dikenal luas sebagai vokalis awal band punk legendaris Marjinal yang berdiri pada 1997, sebelum memilih jalan bermusik sendiri.

Setelah berpisah dari Marjinal, Romi mendirikan Romi & The Jahats pada 2008. Ia konsisten mengusung punk rock dengan lirik yang lugas.

BACA JUGA:Selamat Jalan Lucky Widja: Vokalis Element Berpulang di Usia 49, Musisi Indonesia Berduka

BACA JUGA:Titiek Puspa, Personel Lensois Terakhir itu Telah Berpulang

Karya-karyanya kerap menyoroti isu sosial, ketimpangan, dan suara perlawanan yang dekat dengan kehidupan masyarakat akar rumput.

Selama hampir 18 tahun berkarya bersama Romi & The Jahats, Romi Jahat telah melahirkan lima album penuh. Album terakhir mereka yang bertajuk Teman dirilis pada April 2025 dan menjadi penanda fase akhir perjalanan musikalnya.

Wafatnya Romi Jahat juga membuat namanya menembus daftar pencarian teratas Google sepanjang hari ini. Unggahan duka di akun Instagram Romi & The Jahats telah disukai lebih dari 186 ribu akun dan dibanjiri sekitar 14.500 komentar.

Kepergian Romi Jahat meninggalkan duka mendalam bagi komunitas punk Indonesia yang selama ini tumbuh bersama karya dan gagasannya.

Sosoknya dikenang bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai suara kegelisahan sosial yang terus hidup melalui lagu-lagunya. (*)

*)Mahasiswa Magang Prodi Sastra Inggris UTM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber