Proyek SRRL Fase 1 Resmi Dimulai, Siap Hubungkan Surabaya-Sidoarjo
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak Bersama Perwakilan DJKA, Coida, dan Kfw Jerman dalam Rapat Final SRRL di Surabaya -BTP 1 Surabaya -
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Setelah melalui pembahasan panjang hampir setahun terakhir, proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) akhirnya resmi dimulai.
Kickoff proyek transportasi massal ini digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026, menandai langkah konkret pengembangan sistem perkeretaapian regional di kawasan Surabaya Raya.
Pembahasan intensif proyek SRRL berlangsung melalui serangkaian rapat di Surabaya sejak Rabu, 11 Februari 2026. Puncaknya, keputusan pengerjaan SRRL fase pertama resmi dibuat pada Jumat, 13 Februari 2026.
BACA JUGA:Kereta Urban dan SRRL Surabaya, Mana Lebih Dulu Dibangun?
BACA JUGA:Khofifah–Dubes Jerman Bertemu, SRRL Surabaya Ditargetkan Mulai Dibangun 2027
Pendanaan proyek SRRL dipastikan berasal dari KfW atau Bank Pembangunan Jerman melalui skema pinjaman. Sementara itu, Chodai Co.Ltd ditunjuk sebagai konsultan desain proyek.
Pelaksana Tugas Direktur Prasarana Perkeretaapian, Catur Wibisono, mengungkapkan bahwa proyek SRRL merupakan pekerjaan yang sangat kompleks karena mencakup banyak aspek strategis sekaligus.
“Semua hal prinsipal baik utilitas, fasilitas, heritage seperti di Stasiun Gubeng, maupun keselamatan di perlintasan harus didesain secara mendalam,” ungkapnya.
Catur menambahkan, kolaborasi lintas pemerintah menjadi kunci utama agar proyek ini dapat berjalan sesuai rencana. Koordinasi intens dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, serta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
BACA JUGA:Desain SRRL Rampung Akhir Januari, Jalur Gubeng-Sidoarjo Jadi Proyek Pertama di 2027
BACA JUGA:Proyek SRRL Dibangun Mulai Tahun 2027, Nilai Investasi Capai 296,8 Juta Euro
”Kami telah bekerjasama dengan KfW sebelumnya pada lintas operasi KRL Solo–Yogya. Harapannya, semua hal termasuk ruang bebas ini dapat ditangani dengan kolaborasi baik kita,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengapresiasi dimulainya proyek SRRL. Menurutnya, pembangunan jalur ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah masuk tahap teknis yang detail dan terukur.
“Ini sudah bukan wacana lagi. Semua akan dirancang detail baik kelistrikannya, melewati jembatan seperti apa, kemudian akan jadi dasar untuk ditenderkan ke konstruksinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: