Khofifah–Dubes Jerman Bertemu, SRRL Surabaya Ditargetkan Mulai Dibangun 2027

Khofifah–Dubes Jerman Bertemu, SRRL Surabaya Ditargetkan Mulai Dibangun 2027

Khofifah bersama Emil Elestianto Dardak menemui Duta Besar Jerman Ralf Beste-Humas Pemprov Jawa Timur -

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Kerja sama Jawa Timur–Jerman memasuki babak baru. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, H.E. Mr. Ralf Beste, Jumat 9 Januari 2026.

Pertemuan ini merupakan perdana bagi keduanya. Mereka menegaskan komitmen memperkuat kolaborasi strategis lintas sektor.

Mulai dari infrastruktur transportasi publik, kesehatan, hingga pendidikan vokasi, menjadi topik utama pembahasan. Salah satunya Fokus transportasi massal di kawasan Aglomerasi Surabaya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, perwakilan Kedutaan Polandia, Jerman, Uni Eropa, KfW Development Bank, serta jajaran kepala perangkat daerah Provinsi Jawa Timur.

BACA JUGA:Khofifah Jajal Bus TransJatim Koridor Gresik–Mojokerto, Ajak Warga Manfaatkan Angkutan Publik


Khofifah bersama Ralf berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis lintas sektor-Humas Pemprov Jawa Timur -

Gubernur Khofifah mengapresiasi atas dukungan berkelanjutan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa.

Dukungan itu diwujudkan melalui peran KfW Development Bank dalam pengembangan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase I rute Gubeng–Wonokromo–Sidoarjo.

“Transportasi publik di kawasan aglomerasi Surabaya harus segera ditemukan solusinya. Proyek SRRL akan memasuki tahap groundbreaking pada 2027,” ujar Khofifah.

Dia optimistis, SRRL akan menjadi game changer bagi mobilitas warga Surabaya Raya. Transportasi yang lebih cepat, murah, dan terintegrasi. 

BACA JUGA:Produksi Padi Jatim Tertinggi Nasional, Khofifah Raih Satyalancana Wira Karya dari Prabowo

Dengan begitu mampu meningkatkan produktivitas masyarakat yang aktivitasnya tersebar di kawasan metropolitan tersebut.

Proyek SRRL sendiri sudah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029. Prosesnya dimulai sejak masuk dalam Blue Book Bappenas 2020–2024. 

Puncaknya, pada 30 Juni 2025, Pemprov Jatim menandatangani loan agreement dengan KfW Development Bank senilai 297 juta euro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: