Mantan Asisten Pelatih MU Ungkap Alasan Ronaldo dan Ten Hag Berseteru
Mantan staf Manchester United ungkap konflik Cristiano Ronaldo dan Erik ten Hag dipicu perbedaan soal tugas pressing.-Adrian Dennis-Getty Images
Pandangan serupa juga diungkapkan mantan pelatih striker United Benni McCarthy. Ia kini menangani tim nasional Kenya.
Ia menilai masalah utamanya adalah perbedaan filosofi. Menurut McCarthy, Ronaldo tidak sepenuhnya sepakat dengan pendekatan taktik Ten Hag.
Ronaldo disebut tetap bekerja keras. Menunjukkan profesionalisme tinggi dalam latihan. Bahkan ia datang dua jam lebih awal dibanding pemain lain. Juga selalu dalam kondisi prima.
BACA JUGA:Man United Tahan Imbang West Ham 1-1, Michael Carrick Puji Gol Telat Benjamin Sesko
BACA JUGA:Rating Pemain Man United Usai Ditahan Imbang West Ham 1-1: Benjamin Sesko Penyelamat
Namun, Ten Hag menginginkan penyerang yang aktif. Mampu menekan lawan di lini depan. Sementara Ronaldo meyakini tugas bertahan harus dilakukan secara kolektif oleh tim.
“Sebenarnya yang terbaik adalah memberikan bola pada Ronaldo. Lalu membiarkannya melakukan apa yang ia kuasai,” ujar McCarthy.

Mantan staf Manchester United ungkap konflik Cristiano Ronaldo dan Erik ten Hag dipicu perbedaan soal tugas pressing.--Getty Images
Namun, Ten Hag tidak melihat Ronaldo sebagai bagian ideal dari sistemnya. Sejak saat itu, hubungan keduanya memburuk. Empat tahun setelah perpisahan tersebut, Ronaldo kembali dikabarkan berselisih dengan klubnya.
Di Al Nassr, ia sempat menolak bermain. Sebagai bentuk protes atas aktivitas transfer yang dianggap kurang ambisius. Hal itu diakui oleh manajer Jorge Jesus. Bahwa klubnya sulit bersaing dengan rival di Liga Pro Saudi.
BACA JUGA:Manchester United Dapatkan Wonderkid Kolombia Cristian Orozco: Masih 17 Tahun!
BACA JUGA:Harry Maguire Tegaskan Bertahan di Manchester United, Tolak Tawaran Klub Saudi
Kisah itu memperlihatkan bahwa pemain sekaliber Ronaldo pun tak kebal benturan. Termasuk soal perbedaan pandangan dari pelatih.
Di Manchester United kala itu, prinsip taktik Ten Hag menjadi garis tegas. Yang bahkan tak bisa dinegosiasikan. Itulah yang menjadi akhir dari era kedua Ronaldo di Old Trafford. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: sport illustrated