Unity Siapkan AI yang Bisa Ciptakan Game dari Perintah Teks
Unity sedang menyiapkan aplikasi AI yang mampu menciptakan game tanpa coding. --Adobe Stock
HARIAN DISWAY - Unity Technologies mengumumkan kemajuan terbaru dalam integrasi kecerdasan buatan (AI) generatif pada engine mereka.
AI tersebut diklaim mampu memungkinkan pengguna “menciptakan gim kasual secara utuh”. Hanya melalui perintah bahasa alami.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh CEO Unity Matthew Bromberg. Ia menyoroti pembaruan beta Unity AI yang akan datang.
Itu dinilai sebagai langkah besar menuju proses pengembangan gim. Yang menurutnya jauh lebih cepat dan inklusif.
BACA JUGA:Map GTA 6 Tambah Luas! Hadirkan Wilayah yang Beragam Selain Vice City
BACA JUGA:Dua Musisi Isyaratkan Keterlibatan di GTA 6
Fitur baru tersebut dijadwalkan diperkenalkan dalam ajang Game Developers Conference (GDC) pada Maret 2026 mendatang.
Melalui pembaruan tersebut, pengembang diklaim dapat menghasilkan prototipe hingga produk game kasual siap rilis. Hanya dengan memasukkan instruksi berbasis teks langsung di dalam platform Unity.
Menurut Bromberg, tujuan utama Unity adalah menghilangkan hambatan teknis dalam proses kreatif. Perusahaan ingin menjadi “jembatan universal.”
Jembatan yang menghubungkan ide awal kreator dan pengalaman digital. Hasilnya pun dapat dipasarkan secara luas.
BACA JUGA:5 Game Ini Cocok Dimainkan Bersama Pasangan Saat Hari Valentine
BACA JUGA:Game Baru God of War: Sons of Sparta Dirilis di PS5, Cerita Masa Muda Kratos Dibuka

Unity adalah aplikasi pengembang game yang sering digunakan oleh kalangan pengembang game. --linkedin
Ia bahkan membayangkan masa depan: puluhan juta orang dapat menciptakan hiburan interaktif. Mereka memanfaatkan alat pengembangan berbasis AI.
Tren penggunaan AI generatif dalam industri gim memang terus meningkat, meskipun tidak lepas dari kontroversi.
Survei Game Developers Conference awal tahun ini menunjukkan hal menarik. Sekitar 36 persen responden telah menggunakan AI dalam alur kerja mereka.
Penggunaan paling umum meliputi riset dan brainstorming. Disusul bantuan penulisan kode serta tugas administratif. Seperti penyusunan email.
BACA JUGA:Game Baldur’s Gate Diangkat Jadi Serial TV, HBO Ingin Kembalikan Kejayaan Fantasy
BACA JUGA:9 Game Berkualitas yang Bisa Dimainkan di Laptop Kentang
Namun, adopsi teknologi itu juga memicu perdebatan etis dan kreatif. Studio pengembang Baldur's Gate 3, Larian Studios, sempat menuai kritik. Mereka mengakui penggunaan AI generatif untuk pembuatan concept art.
Reaksi negatif komunitas bermunculan. Studio tersebut akhirnya menarik kembali penggunaan teknologi itu dalam proses kreatifnya.
Sejumlah pengembang lain memilih pendekatan lebih hati-hati. Tim Krafton yang mengembangkan Project Windless, misalnya, menegaskan AI generatif tidak digunakan untuk pembuatan konten atau narasi.
Teknologi tersebut hanya dimanfaatkan pada tahap eksplorasi internal. Guna meningkatkan efisiensi dan iterasi desain.
BACA JUGA:Blood Message, Game Aksi Sinematik Bergaya God of War dan Terasa Seperti Black Myth Wukong
BACA JUGA:5 Game Offline Gratis di HP untuk Menemani Puasa Kamu
Di sisi lain, perkembangan AI juga memicu dinamika baru dalam industri teknologi secara luas. Kompetisi antar-perusahaan teknologi besar untuk mengembangkan model AI semakin intens.
Itu berdampak pada kebutuhan komputasi dan memori dalam skala besar. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi industri game. Terutama dalam hal biaya produksi dan infrastruktur.
Dengan langkah terbaru itu, Unity tampaknya berupaya memposisikan diri sebagai pionir dalam demokratisasi pengembangan gim.
Jika teknologi pembuatan gim berbasis bahasa alami benar-benar terwujud, batas antara pemain dan kreator bisa semakin kabur.
BACA JUGA:Bandai Namco Siapkan Game Dragon Ball Age 1000 dengan Karakter Orisinal Karya Akira Toriyama
BACA JUGA:Game Freak Sebut Beast of Reincarnation Belum Bisa Dimainkan di Nintendo Switch 2
Namun, keberhasilan implementasi AI generatif dalam pengembangan gim akan bergantung pada satu hal: keseimbangan antara efisiensi teknologi dan integritas kreatif.
Industri kini berada di persimpangan antara inovasi dan etika. Sementara para pengembang dan komunitas pemain terus mengawasi arah evolusi teknologi tersebut. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: