Pembunuh Remaja di Bandung Diduga Gay: Waspadai Salah Gaul

Pembunuh Remaja di Bandung Diduga Gay: Waspadai Salah Gaul

ILUSTRASI Pembunuh Remaja di Bandung Diduga Gay: Waspadai Salah Gaul.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Tragedi remaja, YA, 16, membunuh temannya, Zain, 14, di Bandung, terkait penyimpangan seksual. YA diduga gay, Zain berusaha menjauhi. Kakek korban, Undang, 53, kepada wartawan mengatakan, ”kata guru-gurunya, ia (YA) suka sama laki-laki. Cucu saya menghindarinya.” Karena menghindar, Zain dibunuh.

INFORMASI itu suatu pengungkapan fakta baru kasus tersebut. Menjadi lebih  rasional. Semula, polisi mengungkapkan motif berdasar pengakuan tersangka, bahwa tersangka marah (lalu membunuh) karena korban memutus pertemanan. 

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra, ditanya wartawan tentang dugaan tersangka YA gay, tidak menjawab gamblang. ”Nanti kami dalami lagi, dengan mengedepankan perasaan keluarga korban.”

Jawaban Niko menandakan polisi menghindari mengungkap hal yang masih dianggap tabu masyarakat kita: homoseksual.

BACA JUGA:Remaja Bunuh Remaja di Kampung Gajah, Bandung: Motif Sangat Sepele

BACA JUGA:Pecandu Judol Bunuh Remaja di Tangerang: Problem Psikologis Pelaku

Konstruksi kasus, dulu Zain dan YA sama-sama tinggal di Garut. Jabar. Mereka sama-sama sekolah di SD Al  Ghifari. YA kakak kelas Zain. Di sanalah mereka akrab. 

Ibunda Zain meninggal sejak Zain masih kecil. Ayahanda Zain sakit-sakitan. Karena itu, Zain lebih banyak diasuh kakeknya, Undang. ”Saya dengan cucu saya itu sangat dekat. Apa-apa ia cerita ke saya,” ujar Undang.

Undang juga tahu bahwa YA sering mendatangi cucunya ke rumah. Dalam pergaulan itu, Undang menyaksikan hal janggal pada YA.

Undang: ”Gelagatnya anak itu (YA) agak lain dari anak laki-laki lain. Ia agak, bagaimana gitu. Terus, ia suka memegang tangan cucu saya. Kalau megang tangan cucu saya, caranya seperti anak perempuan megang tangan laki-laki.”

BACA JUGA:Tentang Remaja Pembunuh Teman di Deli Serdang: Tersangka Izin sang Ibu Dulu

BACA JUGA:Vonis Hukuman bagi Pembunuh Remaja Jombang: Para Pelaku Anak Punk

Melihat itu, Undang penasaran. Ia mendatangi sekolah. Ia bertanya ke guru YA tentang perilaku YA. Si guru, juga guru lain yang mengajar di sekolah itu, mengatakan ke Undang bahwa YA memang cenderung berahi kepada sesama anak laki-laki.

Sejak itu Undang gelisah. Ia bertanya ke Zain, apakah YA itu teman akrabnya? Dijawab, tidak. Zain mengatakan, ia tidak suka selalu didekati YA, tapi YA selalu mendekatinya. Zain berusaha menghindar, selalu dikejar YA. Zain tak berkutik karena mereka satu sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: