Pembunuh Remaja di Bandung Diduga Gay: Waspadai Salah Gaul
ILUSTRASI Pembunuh Remaja di Bandung Diduga Gay: Waspadai Salah Gaul.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Direktur psikologi klinis di Universitas North Carolina di Chapel Hill, AS, Mitch Prinstein mengatakan, ”ini masalah rumit. Ini pertanyaan yang wajar dan tepat untuk ditanyakan oleh orang tua kepada diri mereka sendiri, anak mereka bergaul dengan siapa?”
Menurut Prinstein, pengaruh teman di usia remaja jelas sangat kuat dan, terlalu sering, tidak seperti diharapkan.
Perilaku tidak sehat hampir pasti menular di antara remaja. Remaja yang teman-temannya merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba, misalnya, sangat mungkin ditiru atau terpaksa diikuti karena pertemanan.
Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Early Adolescence, Februari 2011, menunjukkan bahwa persahabatan juga dapat membuat perbedaan antara nilai bagus dan buruk di sekolah.
Para peneliti di Universitas Oregon menyurvei lebih dari 1.200 siswa SMA dan meminta mereka mengidentifikasi tiga sahabat terbaik mereka.
Peneliti menemukan, siswa yang teman-temannya cenderung berperilaku buruk tidak berprestasi sebaik anak-anak yang teman-temannya aktif secara sosial dengan cara yang positif. Misalnya, berpartisipasi dalam olahraga di sekolah atau menyelesaikan pekerjaan rumah tepat waktu.
Di pembunuhan Zain, Zain sudah berusaha menghindar. Keluarganya juga memindahkan Zain ke Bandung. Namun, pelaku mengejarnya. Kata Prinstein, ”ini sesuatu yang rumit”. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: