Remaja Bunuh Remaja di Kampung Gajah, Bandung: Motif Sangat Sepele
ILUSTRASI Remaja Bunuh Remaja di Kampung Gajah, Bandung: Motif Sangat Sepele.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Remaja pria YA, 16, tersangka pembunuh berencana terhadap temannya, Zain, 14. Mayatnya ditemukan warga di Kampung Gajah, Bandung Barat, Jumat, 6 Februari 2026. Menurut polisi, YA membunuh Zain, lalu menguasai HP-nya, dan menyebar chat WA seolah-olah korban diculik orang. Remaja kok bisa sejahat itu?
KEJAHATAN dilakukan orang segala usia. Namun, pembunuhan berencana dengan upaya penghilangan jejak kejahatan seperti itu jarang dilakukan remaja. Polisi menjerat dua pelaku, yakni Ya dan APM, 17, dengan Pasal 459 KUHP, pembunuhan berencana.
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra dalam jumpa pers, Minggu, 15 Februari 2026, mengatakan, karena berusia anak-anak, kedua pelaku disebut anak berhadapan dengan hukum (ABH). Juga, tidak disebut nama lengkapnya.
Dijelaskan, kasus itu dimulai dari temuan mayat pria di area bekas destinasi wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Bandung Barat, Jumat, 13 Februari 2026, sekitar pukul 20.45 WIB. Penemunya seorang kreator konten, lalu diunggah (live) ke medsos. Viral.
BACA JUGA:Pecandu Judol Bunuh Remaja di Tangerang: Problem Psikologis Pelaku
BACA JUGA:Tentang Remaja Pembunuh Teman di Deli Serdang: Tersangka Izin sang Ibu Dulu
Niko: ”Tim kami melakukan olah TKP. Dalam waktu singkat, kami mengetahui identitas mayat. Ia masih pelajar SMP. Segera kami lakukan penyelidikan mendalam.”
Hasilnya, polisi mencurigai YA dan APM. mereka orang terakhir yang diketahui bersama korban sepulang sekolah, Senin siang, 9 Februari 2026.
YA dan APM ternyata menghilang. Polisi kian curiga. Mereka diburu ke berbagai tempat. Mereka ditemukan Minggu dini hari, 15 Februari, di Garut, Jabar.
Dalam pemeriksaan awal, mulanya mereka membantah.
BACA JUGA:Vonis Hukuman bagi Pembunuh Remaja Jombang: Para Pelaku Anak Punk
BACA JUGA:Pembunuhan Antarteman, Dibacok Celurit di Bandung: Mengapa Remaja Membunuh?
Polisi punya bukti kuat, justru dari kreasi para pelaku untuk menutupi jejak kejahatan mereka. Kronologinya begini:
Jumat siang, 9 Februari 2026, saat Zain pulang sekolah, ada pelajar setempat melihat Zain dijemput dua remaja pria. Malam itu ia tidak pulang. Keluarganya gelisah. Lapor polisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: