Suami Penganggur Bunuh Istri di Bengkulu: Alibi Palsunya, Begini…
ILUSTRASI Suami Penganggur Bunuh Istri di Bengkulu: Alibi Palsunya, Begini…-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Pembunuh selalu menutupi kejahatannya. Polisi Bengkulu mengungkap, tersangka pembunuhan ibu muda Aulia Zakrike, 18, membikin alibi palsu. Namun, alibi itu dengan cepat dipatahkan polisi. Tersangka Oga Yunanda, 23, suami korban, ditangkap sehari setelah kejadian. Di setiap pembunuhan, polisi bekerja keras.
ALIBI, bukti bahwa seseorang tidak berada di tempat kejadian perkara kejahatan saat kejahatan itu terjadi. Pendukung alibi banyak. Antara lain, saksi, CCTV, nota pembayaran pembelian barang di toko offline, dan banyak lagi.
Kasatreskrim Polres Lebong, Bengkulu, AKP Darmawel Saleh kepada wartawan mengatakan, tersangka Oga membikin alibi palsu seolah ia berada di rumah orang tuanya saat pembunuhan terjadi. ”Tapi, ia kami tangkap sehari kemudian,” katanya.
Konstruksi perkara demikian: Oga dan Aulia menikah November 2025. Oga menganggur sejak sebelum menikah sampai sekarang. Itulah sumber utama cekcok suami istri. Berdasar agama, juga norma sosial internasional, suami wajib memberikan nafkah keluarga.
BACA JUGA:Suami Bunuh Istri di Bogor, Ditonton Cucu: Diduga Motif Utang
BACA JUGA:Diungkap, Motif Suami Bunuh Istri di Banyuwangi: Pelaku Takut Kehilangan
Setelah menikah, Oga mukim di rumah mertua di Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Di tempat itu mereka tinggal bertiga bersama ayahanda Aulia, Zamzami, 50, yang sehari-hari berjualan sayur di Pasar Muara Aman, Bengkulu.
Oga dan Aulia sering cekcok. Oga menganggur. Berarti nafkah si pengantin baru itu ditanggung Zamzami.
Karena sering cekcok, Zamzami menyarankan Oga pulang ke rumah ortunya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Bengkulu, sambil mencari pekerjaan. Kalau sudah dapat pekerjaan, ia bisa balik ke rumah mertua lagi. Itu cara halus memisahkan Oga-Aulia.
Sejak itu Oga pulang ke rumah ortunya. Oga-Aulia pisah rumah. Kini Oga ganti dinafkahi ortunya. Sampai beberapa waktu begitu, Oga belum juga dapat pekerjaan.
BACA JUGA:Suami Bunuh Istri di Banyuwangi Menyerah ke Polisi: Femisida Masih Mengejutkan
BACA JUGA:Suami Istri Saling Cemburu, Suami Bunuh Istri: Gegara Telepon HP
Kamis, 5 Februari 2026, sekitar pukul 07.30 WIB, Oga naik motor mendatangi istrinya di Desa Air Kopras. Mungkin ia kangen istri. Namun, kedatangannya itu sudah dalam perhitungan, bahwa pada jam segitu ayah mertuanya, Zamzami, sudah berangkat ke pasar, berjualan. Oga rupanya menghindari bertemu Zamzami.
AKP Darmawel: ”Saat itu pelaku masuk rumah lewat pintu belakang. Setelah ia masuk, mendapati korban (Aulia) sedang tiduran di kamar, main HP.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: