Rusia Peringatkan AS dan Israel, Serangan ke Iran Bisa Jadi Bumerang Nuklir
Juru Bicara Kremlin Rusia Dmitry Peskov.-X-
MOSKOW, HARIAN DISWAY - Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel terkait serangan militer terhadap Iran yang memicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menilai langkah militer tersebut justru berpotensi menjadi bumerang bagi negara-negara Barat.
"Kekuatan bisa muncul di Iran, kekuatan yang mendukung untuk melakukan persis apa yang ingin dihindari Amerika, yakni memperoleh bom nuklir. Karena AS tidak menyerang mereka yang memiliki bom nuklir," ucap Lavrov seperti dikutip Reuters, Selasa, 3 Maret 2026.
BACA JUGA:2 Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Pastikan Awak Aman
BACA JUGA:Konflik Timur Tengah Ganggu Umrah, Pemerintah Siapkan 10 Langkah Mitigasi Lindungi Jamaah
Menurut Lavrov, serangan terhadap Iran justru dapat memicu negara tersebut mempercepat ambisi memiliki senjata nuklir sebagai bentuk pertahanan terhadap tekanan militer dari luar.
Lavrov juga memperingatkan bahwa konflik yang meluas dapat memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah.
"Masalah proliferasi nuklir akan mulai lepas kendali. Tujuan mulia yang tampaknya paradoks, yaitu memulai perang untuk mencegah proliferasi senjata nuklir, justru dapat memicu tren yang sepenuhnya berlawanan," ujarnya.
BACA JUGA:Iran Klaim Korban di Pihak AS Tembus 650 Orang Personel Militer
BACA JUGA:Trump: Perang di Iran Bisa Makan Waktu Lebih dari Sebulan
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini Rusia belum melihat bukti bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir.
Di sisi lain, Israel secara luas diyakini sebagai satu-satunya negara di kawasan Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir.
Rusia Desak Penghentian Perang
Rusia diketahui memiliki hubungan strategis dengan Iran yang dinilai penting bagi pengaruh Moskow di kawasan Timur Tengah. Presiden Vladimir Putin bahkan menyebut pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai tindakan yang sinis.
Pemerintah Rusia juga mendesak agar konflik yang terjadi segera dihentikan untuk mencegah eskalasi yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: