Mikroplastik Mengintai Kita (1): Kadar di Surabaya Paling Tinggi

Mikroplastik Mengintai Kita (1): Kadar di Surabaya Paling Tinggi

CAKRAWALA KOTA SURABAYA di sekitar Balai Kota, 31 Desember 2025.-Boy Slamet-

Menurut hasil penelitian Dr. Lestari Sudaryanti dr., M.Kes, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, mikroplastik bisa terbawa dalam darah dan air ketuban.

Sampel yang diambil adalah darah dalam tubuh pekerja pemilah sampah dan air ketuban dari 48 ibu hamil. Penelitiannya dilakukan bersama dengan NGO Wonjin dari Korea pada pekerja pemilah sampah di TPA Ngitik, Bawean, dan Wringin Anom. Sampel ibu hamil didapatkan dari salah satu puskesmas dan rumah sakit di Gresik.

“Seluruh sampel yang kita temukan dalam darah positif mengandung mikroplastik. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah phthalates. Pthalates umumnya banyak ditemukan pada kemasan plastik sekali pakai,” ujar Lestari, 9 Februari 2026.

Sampel air ketuban juga mengandung mikroplastik. Itu menunjukkan bahwa bayi yang ada dalam kandungan pun sudah bisa terpapar mikroplastik.

Namun, gejala penyakit atau gangguan akibat mikroplastik belum bisa dibedakan dengan penyakit biasa. Secara umum, gejalanya sama. “Paparan mikroplastik berpotensi menimbulkan stres oksidatif dan peradangan, yang kemudian mempengaruhi metabolisme tubuh, termasuk hormon reproduksi,” imbuh dosen program studi Kebidanan Universitas Airlangga tersebut.

Penelitian tersebut baru saja berada dalam tahap identifikasi untuk memastikan bahwa mikroplastik bisa masuk ke tubuh manusia. Lestari menambahkan bahwa untuk mengetahui dampak lebih spesifik dari cemaran tersebut terhadap tubuh manusia, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: