Antisipasi Virus Nipah, Cara Cegah Zoonosis Saat Musim Hujan
Ilustrasi virus. WHO sebut risiko penyebaran virus Nipah ke skala global tergolong rendah-AI Generated-
HARIAN DISWAY - Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis. Dapat menular dari hewan ke manusia. Terutama melalui kelelawar buah dari famili Pteropodidae. Hewan itu menjadi reservoir alami virus tersebut.
Dalam sejumlah laporan kesehatan internasional, penularan memang dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman. Apalagi yang terkontaminasi air liur, urin, atau kotoran kelelawar yang terinfeksi.
Potensi penularan pun dapat terjadi lewat beberapa hal. Seperti buah yang telah digigit kelelawar. Atau nira mentah yang dikumpulkan tanpa penutup pelindung. Itu menjadi contoh jalur penularan yang pernah ditemukan dalam beberapa kasus di Asia Selatan.
Menurut World Health Organization (WHO), penularan melalui makanan biasanya terjadi ketika produk pangan tidak dicuci, tidak dikupas, atau tidak dimasak dengan baik sebelum dikonsumsi.
BACA JUGA:WHO: Risiko Penyebaran Global Virus Nipah Tergolong Rendah Meski Ada Temuan Kasus Baru
BACA JUGA:Indonesia Waspada Nipah, BBKK Surabaya Perketat Kedatangan Bandara Juanda
Virus dapat bertahan dalam kondisi tertentu. Termasuk pada permukaan buah atau cairan segar. Risiko meningkat di daerah yang berdekatan dengan habitat kelelawar. Terutama ketika masyarakat mengonsumsi produk alami secara langsung tanpa proses pemanasan.
Musim Hujan Meningkatkan Risiko Zoonosis

Musim hujan menjadi salah satu meningkatnya zoonosis.-Kementerian Kesehatan RI-yankes.kemkes.go.id/
Musim hujan sering kali memengaruhi perilaku satwa liar. Termasuk kelelawar yang mencari sumber makanan alternatif. Itu disebabkan perubahan kondisi lingkungan.
Pohon buah di pekarangan rumah atau kebun warga menjadi sasaran yang mudah dijangkau. Ketika kelelawar hinggap dan mengonsumsi buah, potensi kontaminasi meningkat.
Terutama jika buah tersebut dipanen. Kemudian dimakan mentah-mentah. Tanpa dibersihkan secara menyeluruh.
BACA JUGA:Cegah Virus Nipah dari India, Kemenkes Aktifkan Sistem Karantina di Bandara Soekarno-Hatta
BACA JUGA:WHO Rilis Laporan Terbaru Virus Nipah di India, Prof Tjandra Soroti Pentingnya Institut Virologi
Musim hujan juga berkaitan dengan meningkatnya kelembapan dan sanitasi lingkungan yang kurang optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber