Inter Milan Disingkirkan Bodo/Glimt, Chivu Sebut Jadwal Padat Jadi Biang Kerok

Inter Milan Disingkirkan Bodo/Glimt, Chivu Sebut Jadwal Padat Jadi Biang Kerok

Inter tersingkir dari Liga Champions oleh Bodo/Glimt dengan agregat 2-5; pelatih Cristian Chivu menyalahkan jadwal padat dan rendahnya energi pemain sebagai pemicu.--Getty Images

HARIAN DISWAY - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyebut rendahnya level energi timnya sebagai penyebab utama tersingkirnya mereka secara menyakitkan dari Liga Champions oleh wakil Norwegia, Bodo/Glimt, Rabu 25 Februari 2026.

Inter sebenarnya sudah berada dalam posisi sulit sebelum leg kedua play-off, setelah kalah 1-3 pada pertemuan pertama di Norwegia. Pada laga kandang, Inter tampil menekan dan mendominasi penguasaan bola dalam waktu lama. 

Namun, serangan balik efektif dari tim tamu berbuah gol melalui Jens Petter Hauge dan Hakon Evjen, memastikan kemenangan 2-1 bagi Bodo/Glimt pada malam itu sekaligus agregat 5-2.

Hasil tersebut menjadi catatan kelam bagi Inter. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka tersingkir dari Liga Champions oleh tim di luar lima liga top Eropa (Inggris, Spanyol, Jerman, Italia, dan Prancis). 

Terakhir kali Inter disingkirkan oleh tim di luar lima liga besar dalam kompetisi Eropa adalah saat kalah dari Feyenoord pada semifinal Piala UEFA 2001-02. 

Selain itu, Inter juga untuk pertama kalinya sejak musim 2010-11 kalah kandang dan tandang dalam fase gugur Liga Champions, saat menghadapi Schalke.

BACA JUGA:Inter vs Bodø/Glimt 1-2, Simak Rating Pemain Nerazzuri yang Dipermalukan di Giuseppe Meazza

BACA JUGA:Inter vs Bodø/Glimt 1-2 (Agregat 2-5), Runner-up Musim Lalu Terdepak dari Liga Champions

Evaluasi Chivu: Energi Jadi Pembeda


Inter tersingkir dari Liga Champions oleh Bodo/Glimt dengan agregat 2-5; pelatih Cristian Chivu menyalahkan jadwal padat dan rendahnya energi pemain sebagai pemicu.--Getty Images

Berbicara kepada Sky Sport Italia usai pertandingan, Chivu mengaku kecewa namun tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. 

Menurutnya, Inter sudah berusaha semaksimal mungkin menghadapi tim yang sangat terorganisasi dan bermain dengan blok pertahanan rendah.

“Kami mencoba dengan segala cara melawan tim yang sangat terorganisasi dengan pertahanan rapat. Saya tidak punya alasan untuk menyalahkan para pemain karena mereka sudah berusaha dengan seluruh energi yang mereka miliki,” ujar Chivu. 

Ia mengakui ada rasa pahit setelah kekalahan tersebut, terutama karena lawan dinilainya memiliki energi yang jauh lebih besar.

BACA JUGA:Lecce vs Inter Milan 0-2: Nerazzurri Unggul 10 Poin di Puncak Klasemen

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: fotmob