Inter Milan Disingkirkan Bodo/Glimt, Chivu Sebut Jadwal Padat Jadi Biang Kerok
Inter tersingkir dari Liga Champions oleh Bodo/Glimt dengan agregat 2-5; pelatih Cristian Chivu menyalahkan jadwal padat dan rendahnya energi pemain sebagai pemicu.--Getty Images
BACA JUGA:Rating Pemain Inter Milan Usai Tumbangkan Lecce 0-2: Federico Dimarco Tertinggi!
Inter sendiri telah memainkan 15 pertandingan sejak awal tahun, sementara Bodo/Glimt baru menjalani empat laga kompetitif sepanjang 2026—semuanya di Liga Champions—karena musim domestik Norwegia belum dimulai.
Menurut Chivu, jadwal padat yang membuat timnya bermain setiap tiga hari menyulitkan pemain untuk menjaga kondisi fisik tetap prima.
“Energi sulit ditemukan ketika Anda bermain setiap tiga hari. Dengan 10 pemain bertahan di kotak penalti, sangat sulit untuk membongkar pertahanan,” tambahnya.
Tekanan dan Fokus ke Depan
Tersingkir lebih awal tentu menjadi sorotan besar bagi Inter, apalagi mereka sempat dua kali mencapai final dalam tiga musim terakhir. Meski demikian, Nerazzurri masih berpeluang besar meraih gelar Serie A musim ini.
Chivu menegaskan bahwa sejak awal target tim adalah tetap kompetitif, tanpa terlalu jauh memikirkan hal-hal di luar kendali. Ia mengakui bahwa di Liga Champions level persaingan sangat tinggi dan kesalahan kecil bisa langsung dihukum lawan.
BACA JUGA:Bodo/Glimt vs Inter Milan 3-1: Nerazzurri Tersungkur di Aspmyra
BACA JUGA:Rating Pemain Inter Milan Usai Takluk 3-1 dari Bodo/Glimt: Hanya Nicolo Barella yang Solid
“Kami ingin kompetitif. Sayangnya, di Liga Champions kami tidak mampu melakukannya. Jika Anda tidak menemukan percikan itu, Anda akan menghadapi tim yang menghukum setiap kesalahan pertama yang Anda buat,” tutupnya.
Kini, Inter diminta segera bangkit dan mengalihkan fokus ke kompetisi domestik, sembari melakukan evaluasi mendalam atas kegagalan di Eropa musim ini. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: fotmob